Gerindra Gabung Pemerintah, PKS Minta Kader Tak Komentari
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Pilihan politik Partai Gerindra bergabung dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf dengan dua jatah menteri, tak membuat PKS sebagai mitra koalisi harus merasa kecewa.
Dua jatah menteri itu diperoleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan dan kader Edy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Keduanya resmi dilantik menjadi menteri Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo, Rabu siang tadi.
Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman meminta semua kader PKS di seluruh Indonesia untuk tidak mengomentari sikap politik parpol lain dan mensosialisasikan sikap partai tetap di luar pemerintahan atau oposisi.
"Fokus mensosialisasikan sikap politik PKS yaitu tetap berada di luar pemerintahan. Kami mengimbau kepada seluruh anggota keluarga besar PKS agar tidak tergoda atau terjebak mengomentari langkah-langkah politik pihak lain," seperti siaran pers DPP PKS, Rabu (23/10)
Ia juga menegaskan menghormati langkah parpol lain untuk bergabung ke koalisi pemerintahan. Namun, ia meminta semua pihak untuk menghormati sikap politik PKS yang memilih oposisi pada pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.
"PKS menghormati sikap politik pihak lain, dan semoga pihak lain pun menghormati sikap politik PKS. Hal tersebut sebagai cermin kedewasaan kita dalam hidup berdemokrasi," tambahnya.
Dia juga mengingatkan para kader PKS untuk tidak menggunakan konotasi arogan bahwa akan beroposisi sendirian.
"Terkait sikap politik PKS yang di luar pemerintahan, agar disampaikan secara tegas dan jelas namun tidak dengan konotasi arogan apalagi seolah menantang untuk beroposisi sendirian. Sampaikanlah dengan obyektif, argumentatif namun tetap rendah hati," pintanya.
Ia juga mengatakan bahwa pilihan oposisi ini merupakan pilihan berat dalam percaturan politik saat ini. Namun, pilihan ini dipilih sebagai bagian dari tanggung jawab untuk menjaga marwah demokrasi di saat semua parpol memilih atau memberikan sinyal bergabung ke pemerintahan.
"Ketahuilah ini memang bukan pilihan ideal, bahkan pilihan berat. Namun, di tengah partai-partai lain memilih bergabung dalam pemerintahan, PKS merasa bertanggung jawab untuk menjaga marwah demokrasi yang sudah menjadi pilihan jalan politik PKS dan juga bangsa ini, dengan memilih tetap di luar pemerintahan," pungkasnya.
Berbeda dengan Gerindra yang sudaj memutuskan bergabung ke koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, dua partai bekas koalisi lainnya PAN dan Demokrat belum mengumumkan sikap resmi politiknya.
(RYN/PDN)