Dua Pria Berniat Bunuh Diri di Jembatan Bangkung
BADUNG, PODIUMNEWS.com - Dua laki-laki nyaris bunuh diri (bundir) di "Jembatan Angker" yang dikenal sebagai Jembatan Tukad Bangkung di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Bali. Beruntung, keduanya berhasil diselamatkan anggota Polsek Petang yang bergerak cepat menuju ke lokasi.
Menurut Kapolsek Petang AKP Nyoman Arnaya, kejadian awal tahun ini dialami seorang pria berinisial IKM (19), Senin (5/1/2026) sekitar pukul 21.30 Wita. Pihaknya menerima informasi dari Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai terkait adanya orang yang akan bunuh diri di Jembatan Tukad Bangkung di Desa Pelaga, Petang, Badung.
"Kami terima laporan ada orang yang akan bunuh diri diduga masalah percintaan," beber AKP Arnaya didampingi PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti SH, Selasa (6/1/2026).
Polisi langsung berangkat menuju ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Di sana Polisi langsung mengamankan seorang laki-laki yang mengendarai sepeda motor jenis Vespa warna putih tanpa pelat kendaraan.
Pria itu diketahui berinisial I Ketut ML (19) asal Banjar Dinas Kunti Gunung Tengah, Kabupaten Karangasem, Bali. Setelah dimintai keterangannya, I Ketut ML mengaku stress karena melihat pacarnya melalui video call sedang berduaan dengan pria lain. Sehingga ia kesal dan berniat bundir.
"Pria tersebut kami amankan di Mapolsek Petang dan selanjutnya sekitar pukul 00.10 dini hari dijemput oleh pihak keluarga," ujarnya.
Percobaan bundir yang kedua dilakukan oleh pria inisial I Gede JS (32) yang tinggal di Jalan Buana Raya Denpasar Barat. Pria ini datang ke lokasi jembatan mengendarai sepeda motor jenis NMax warna silver nopol DK 4615 AEA.
Ia terlihat sedang duduk termenung di minimarket sebelah timur Jembatan Tukad Bangkung (Toko Amerta). Anggota Polsek Petang segera mengamankanya dan membawanya ke Mapolsek.
"Awalnya kami terima informasi dari Call Center 110 Polres Badung ada orang yang akan bunuh diri di jembatan Tukad Bangkung dipicu masalah keluarga, segera ditindaklanjuti oleh personel Polsek Petang," terang AKP Arnaya.
Setelah dimintai keterangannya, I Gede JS membenarkan ada permasalahan dengan orang tuanya, sehingga dirinya depresi dan berniat menghabisi nyawanya dengan cara bundir.
"Ia mengaku ada permasalahan dengan orang tuanya sehingga memicu emosional dan niat untuk melakukan tindakan tersebut," imbuh Kapolsek Arnaya.
Selanjutnya, polisi menghubungi orang tuanya melalui video call (VC), dan I Gede JS bersedia pulang ke rumahnya dikawal aparat kepolisian.
Kapolsek Arnaya mengatakan, meski jembatan Tukad Bangkung telah dilengkapi pagar traling dan CCTV, namun tetap merupakan titik rawan karena ketinggian ekstrem, akses publik terbuka, serta citra lokasi sebagai tempat kejadian bunuh diri.
"Kami akan terus melakukan pemantauan baik dengan melaksanakan peningkatan patroli malam, respons cepat, dan pemantauan aktif CCTV," pungkasnya.
(hes/k.turnip)