Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Gubernur Koster Bidik Bali Jadi Pemain Pasar Babi Nasional

Oleh Nyoman Sukadana • 17 Januari 2026 • 18:06:00 WITA

Gubernur Koster Bidik Bali Jadi Pemain Pasar Babi Nasional
Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Koperasi Bina Usaha Kerthi Bali di Jayasabha, Denpasar, Jumat (16/1/2026). (foto/sukadana)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Gubernur Bali Wayan Koster membidik sektor peternakan babi sebagai salah satu kekuatan strategis ekonomi Bali yang berpeluang berperan di tingkat nasional. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Koperasi Bina Usaha Kerthi Bali di Jayasabha, Denpasar, Jumat (16/1/2026).

Koster menilai Bali memiliki sumber daya manusia peternak babi yang unggul dan berpengalaman. Dengan pengelolaan yang lebih terencana dan intensif, sektor peternakan babi dinilai mampu dikembangkan secara serius untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.

“Peternakan babi kita punya potensi besar. SDM-nya kuat dan berpengalaman. Kalau dikelola dengan baik, Bali bisa mengambil peran strategis di pasar babi nasional,” ujar Koster.

Menurutnya, pengembangan peternakan babi menjadi bagian dari penguatan Ekonomi Kerthi Bali, yakni sistem ekonomi yang berpihak pada rakyat, berbasis potensi lokal, dan berkelanjutan. Koperasi diharapkan menjadi penggerak utama dalam pengelolaan sektor ini agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pemerintah Provinsi Bali akan memperkuat dukungan melalui regulasi dan infrastruktur, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Dukungan tersebut diperlukan untuk memastikan pengembangan peternakan berjalan terarah dan berdaya saing.

Koster menjelaskan pengembangan peternakan babi akan dilakukan melalui dua pendekatan. Pertama, pemurnian dan penguatan plasma nutfah babi lokal Bali yang akan diintensifkan di lokasi-lokasi tertentu. Kedua, pengembangan babi ras guna memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.

Selain sektor peternakan, Koster juga menekankan pentingnya sinergi dengan sektor pertanian sebagai pilar ketahanan pangan daerah. Menurutnya, pertanian dan peternakan harus berjalan seimbang agar ekonomi Bali tumbuh secara kokoh dan berkelanjutan.

Gubernur juga menyinggung potensi UMKM sektor pangan di Bali yang jumlahnya banyak meskipun skala usahanya relatif kecil. Dengan penataan yang baik dan dukungan koperasi, UMKM pangan dinilai mampu didorong agar memiliki daya saing di tingkat nasional.

Koster menegaskan seluruh kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat ekonomi Bali yang berakar pada nilai-nilai lokal, koperasi, dan kebersamaan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sistem ekonomi yang tidak berpihak pada rakyat.

“Kita ingin ekonomi Bali tumbuh kuat dan mandiri, dengan koperasi dan potensi lokal sebagai kekuatan utama,” pungkasnya.

(sukadana)