Kebakaran Laundry di Denpasar Barat, Satu Terluka
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Kebakaran melanda sebuah usaha laundry di Jalan Pulau Biak Nomor 11A, Desa Dauh Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Barat, Minggu (25/1/2026) siang. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Korban diketahui bernama Ni Ketut Suarningsih (42), pemilik usaha laundry. Ia mengalami luka bakar pada kedua betis dan tangan akibat terkena sambaran api saat kebakaran terjadi. Korban langsung dievakuasi ke RSUP Prof Ngoerah, Sanglah, Denpasar, untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapolsek Denpasar Barat Kompol Ni Wayan Adnyani Prabawati menjelaskan kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30 WITA. Saat itu korban bersama seorang karyawannya, Kadek Sarianthi (47), sedang menyetrika pakaian menggunakan setrika uap boiler.
“Kebakaran terjadi ketika korban dan rekannya sedang menyetrika. Tiba-tiba tabung gas yang terhubung ke setrika uap tersebut meledak dan api langsung menyambar korban,” ujar Kompol Prabawati.
Ia menjelaskan, karyawan bernama Kadek Sarianthi berhasil menyelamatkan diri dan tidak mengalami luka bakar karena refleks menghindar saat api muncul. Ledakan dan kobaran api membuat kedua karyawan panik dan berlari keluar sambil berteriak meminta pertolongan.
Warga sekitar yang mendengar teriakan korban sempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Namun kobaran api dengan cepat membesar karena banyaknya bahan mudah terbakar di dalam lokasi usaha laundry.
Petugas Pemadam dan Penyelamatan Kota Denpasar kemudian tiba di lokasi dan melakukan pemadaman. Api baru berhasil dipadamkan setelah sekitar satu jam. Sejumlah peralatan dan perlengkapan laundry dilaporkan hangus terbakar.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan sejumlah saksi. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal mengarah pada kebocoran tabung gas ukuran 3 kilogram yang terhubung ke setrika uap boiler.
“Untuk kerugian materiil masih kami data karena pemilik usaha masih menjalani perawatan,” kata Kompol Prabawati.
(hes/sukadana)