Podiumnews.com / Aktual / Edukasi

Tekan Alih Fungsi Lahan, Anak Petani Badung Kuliah Gratis

Oleh Nyoman Sukadana • 01 Februari 2026 • 18:42:00 WITA

Tekan Alih Fungsi Lahan, Anak Petani Badung Kuliah Gratis
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat membuka Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Puspem Badung. (foto/sukadana)

MANGUPURA, PODIUMNEWS.com - Alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Badung terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Untuk menekan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung menyiapkan program beasiswa pendidikan hingga perguruan tinggi bagi anak-anak petani dan nelayan mulai tahun 2026.

Kebijakan tersebut disampaikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Wakil Bupati (Wabup) Bagus Alit Sucipta, usai membuka Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (30/1/2026).

Adi Arnawa mengatakan, program beasiswa ini merupakan bentuk penghargaan kepada profesi petani dan nelayan sekaligus langkah strategis menjaga keberlanjutan lahan pertanian di Badung. Dengan jaminan pendidikan anak, pemerintah daerah berharap petani tidak lagi khawatir terhadap masa depan keluarganya.

“Program ini kami rancang sebagai reward bagi petani dan nelayan. Ketika pendidikan anak terjamin, orang tua bisa fokus mengelola lahan dan tetap bertahan sebagai petani,” ujar Adi Arnawa.

Ia menjelaskan, beasiswa untuk siswa SMA akan mulai dijalankan pada 2026 meskipun kewenangan pendidikan SMA berada di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Pemkab Badung tetap mengambil peran dengan memberikan bantuan pendidikan kepada siswa yang bersekolah di wilayah Badung. Selain itu, beasiswa juga disiapkan bagi mahasiswa yang melanjutkan pendidikan ke jenjang S1.

“Kalau SD dan SMP sudah berjalan. Sekarang kami masuk ke SMA, ditambah lagi beasiswa untuk perguruan tinggi,” katanya.

Adi Arnawa menegaskan, sasaran utama program ini adalah anak-anak dari keluarga petani dan nelayan. Dengan adanya beasiswa tersebut, ia memastikan tidak ada lagi anak petani yang terhambat melanjutkan pendidikan karena alasan biaya.

Menurutnya, kebijakan ini juga diharapkan mendorong regenerasi petani di Badung. Ketika profesi petani kembali memiliki daya tarik dan kepastian masa depan, pemilik lahan tidak mudah mengalihkan fungsi tanahnya.

“Kalau petani sudah punya semangat dan ada jaminan masa depan, otomatis orang kembali cocok tanam. Tanah tidak mudah dialihkan ke pihak lain,” jelasnya.

Berdasarkan data statistik pertanian periode 2020 hingga 2024, alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Badung terus meningkat. Pada 2020 tercatat 26,03 hektare lahan beralih fungsi. Angka tersebut naik menjadi 72,71 hektare pada 2021, kemudian meningkat menjadi 142 hektare pada 2022. Pada 2023 alih fungsi lahan mencapai 173,33 hektare dan melonjak tajam hingga 348 hektare pada 2024.

Pemkab Badung berharap program beasiswa ini dapat menjadi langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan perikanan, sekaligus memastikan akses pendidikan yang adil dan merata bagi masyarakat Badung.

(sukadana)