WNA Ukraina Diduga Diculik di Bali, Minta Tebusan Rp168 Miliar
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Kasus hilangnya Igor Komarav (28) yang disebut-sebut anak bos mafia Ukraina belum ada titik terang. Polda Bali masih mendalami kasus tersebut dengan meminta keterangan 10 orang saksi. Salah seorang saksi mengaku Igor hilang atau diduga diculik saat sedang berlatih mengendarai sepeda motor di wilayah Jimbaran, Kuta Selatan.
Menurut Kabidhumas Polda Bali Kombespol Ariasandy SIK setelah gelar jumpa pers Operasi Sikat Agung 2026, kasus dugaan penculikan ini sudah dilaporkan oleh teman korban ke Polda Bali. Sehingga setelah menerima laporan tersebut pihaknya langsung bergerak menyelidiki Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Selain itu kata perwira melati tiga di pundak ini, pihaknya juga sudah meminta keterangan 10 orang saksi, Selasa (24/2/2026). Keterangan saksi belum ada yang signifikan. "Polda Bali telah mengamankan sejumlah barang bukti guna mengungkap hilangnya korban di wilayah Jimbaran, Kuta Selatan," ujar Kombespol Ariasandy.
Diterangkannya, laporan kasus ini awalnya diterima oleh Polsek Kuta Selatan, Minggu (22/2/2026) tengah malam. Selanjutnya diselidiki dengan di-backup Polda Bali. "Korban merupakan warga negara asing asal Ukraina. Yang melapor adalah teman korban yang berada di lokasi,” ungkapnya.
Pelapor menyebutkan, korban bersama dua rekannya mengendarai dua sepeda motor di wilayah Jimbaran, Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 22.30 Wita. Keduanya sedang berlatih mengendarai sepeda motor.
Dalam latihan itu, saksi sedang melaju terlebih dahulu sedangkan korban dan temannya berada di belakang. Namun saksi heran keduanya tidak muncul-muncul, sehingga saksi balik menjemput. Namun saksi tidak menemukan kedua orang temannya, sehingga muncul kecurigaan korban diserang orang tak dikenal.
"Keduanya tak kunjung tiba di titik pertemuan. Saksi yang curiga kemudian kembali mencari dan mendapati dugaan penyerangan oleh orang tak dikenal," ungkapnya.
Kombespol Ariasandy mengatakan, dari informasi awal, diduga terjadi penyerangan di lokasi dan 1 orang hilang, yakni korban. Bahkan, dompet dan HP ditemukan tergeletak di lokasi kejadian. "Di lokasi ditemukan dompet dan telepon genggam milik korban,” ujarnya.
Sejauh ini, Polda Bali telah mendalami kemungkinan adanya kasus tindak pidana, termasuk dugaan penculikan, meski belum menetapkan status resmi perkara tersebut. Sementara pihaknya juga sedang menelusuri terkait sumber video yang viral dan beredar di media sosial.
Di mana, di dalam video tersebut memperlihatkan seorang pria diduga korban dalam kondisi terluka dan memohon bantuan dana kepada keluarganya. Dalam narasi yang menyertai video, disebutkan adanya permintaan tebusan hingga 10 juta dollar AS.
Dijelaskan Kombespol Ariasandy, pihaknya belum bisa memastikan keaslian maupun waktu perekaman video tersebut. "Kami masih mendalami validitas video yang beredar, termasuk asal-usul dan konteksnya,” ungkapnya.
Diberitakan, masyarakat dikagetkan anak bos kriminal Ukraina yakni Igor Komarav mengaku diculik di Bali. Kasus dugaan penculikan ini menguat berdasarkan rekaman video yang viral di media massa. Dalam video itu, tampak Igor Komarav dalam keadaan terluka mengaku jadi korban penculikan dan penyekapan oleh orang tak dikenal.
Selain itu, Igor Komarav juga meminta keluarganya untuk menyiapkan uang tebusan sebesar 10 juta dollar AS atau setara Rp168 miliar. Benar atau tidaknya penculikan itu, polisi saat ini masih melakukan penyelidikan.
(hes/k.turnip)