Podiumnews.com / Aktual / Ragam

Bupati Badung Dorong Sangeh Jadi Sentra Kompos

Oleh Nyoman Sukadana • 12 April 2026 • 08:46:00 WITA

Bupati Badung Dorong Sangeh Jadi Sentra Kompos
Bupati Badung Wayan Adi Arnawa saat sosialisasi penataan Taman Desa Sangeh dan sentra kompos di Kantor Desa Sangeh, Sabtu (11/4/2026). (foto/sukadana)

BADUNG, PODIUMNEWS.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mendorong Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, menjadi salah satu lokasi sentra kompos sebagai bagian dari upaya penanganan darurat sampah di Bali.

Langkah tersebut disampaikan saat menghadiri Sosialisasi Penataan Taman Desa Sangeh dan Sentra Kompos di Kantor Desa Sangeh, Sabtu (11/4/2026). Program ini merupakan tindak lanjut kebijakan Pemerintah Pusat yang menjadikan Bali sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah nasional.

Bupati Adi Arnawa menjelaskan bahwa sistem pengelolaan sampah kini diarahkan pada pemilahan dari sumber. Sampah organik yang telah dipilah masyarakat akan dibawa ke sentra kompos untuk diolah lebih lanjut.

“Saya bertemu dengan perangkat desa, prajuru, dan tokoh masyarakat di Desa Sangeh terkait pemanfaatan bekas Balai Benih Ikan sebagai sentra kompos. Artinya untuk menempatkan sampah organik sementara ini, salah satunya di Desa Sangeh,” ujar Adi Arnawa.

Ia menambahkan, secara prinsip masyarakat Sangeh telah memahami kebijakan tersebut karena sifatnya hanya sementara. Pemerintah memanfaatkan aset milik provinsi untuk menjawab kebutuhan mendesak penanganan sampah.

Bupati juga menegaskan bahwa lokasi tersebut tidak akan dijadikan tempat pembuangan akhir. Pemerintah berkomitmen mengembalikan fungsi kawasan sesuai rencana awal sebagai taman desa untuk mendukung estetika kawasan wisata.

“Kami tidak mau menjadikan tempat itu sebagai TPA. Ini hanya sementara untuk penempatan kompos dan sampah organik yang sudah dicacah. Setelah itu clear, akan kita dorong kembali menjadi taman desa,” tegasnya.

Menurutnya, Sangeh sebagai destinasi wisata tetap harus dijaga kebersihan dan keindahannya. Namun dalam kondisi saat ini, pemerintah perlu mengambil langkah cepat dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

“Kita tahu Sangeh adalah daerah destinasi pariwisata. Oleh karena itu harus dijaga, tetapi saat ini tidak ada pilihan lain karena kita butuh solusi cepat dan tempat ini merupakan aset pemerintah,” imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskan, sampah yang dibawa ke lokasi merupakan sampah organik yang telah melalui proses pencacahan. Hasil pengolahan nantinya dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat sebagai kompos untuk kebutuhan pertanian dan perkebunan.

Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan akan melakukan pengawasan ketat untuk memastikan tidak terjadi dampak negatif bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.

“Kami berharap masyarakat memahami kebijakan ini sehingga tidak ada informasi simpang siur. Semua akan diawasi oleh DLHK agar tidak menimbulkan dampak negatif,” pungkas Adi Arnawa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Badung I Putu Dendy Astra Wijaya, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Badung I Made Agus Aryawan, Camat Abiansemal Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, serta perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat.

(sukadana)

Nyoman Sukadana
Editor

Nyoman Sukadana

Akrab disapa Menot adalah seorang jurnalis, kolumnis, publisher dan penulis buku asal Bali.