Aksi Demo di Jalan, Pertaruhkan Citra Pariwisata Bali
MANGUPURA, podiumnews.com - Polda Bali melalui Wadirlantas, AKBP Sangkan Bonaparte Silalahi memastikan, bahwa pihak kepolisian tidak melarang setiap masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya melalui demo, apalagi hal tersebut sudah diatur dalam undang-undangan.
Namun dirinya menilai alangkah baiknya jika demo tersebut bisa disampaikan secara santun dan kondusif, tanpa membuat lalulintas krodit. Pertimbangannya karena kondisi Bali saat ini yang kurang kondusif, utamanya terkait penurunan kunjungan wisatawan ke Bali.
"Janganlah demo membuat macet, tahan dulu. Lebih baik langsung menyampaikan aspirasinya ke tempat yang dituju. Apalagi sampai ada konvoi, kan imbas macet kemana-mana," imbaunya.
Kepolisian sengaja menyampaikan imbauan demikian karena berkaca pada demo aliansi supir transport lokal Bali yang terjadi, Rabu (20/10/2017). Dimana kemacetan terjadi dibeberapa titik, lantaran para supir taksi bergerombol berkeliling dari bundaran Dewa Ruci, menuju Pesanggaran, kemudian berorasi ke Renon dan terakhir ke bundaran Ngurah Rai.
Ia pun meyakini demo tersebut berimbas pada kemacetan, apalagi jumlah taksi di Bali diketahuinya tidaklah sedikit jumlahnya. Belum lagi di bundaran ngurah Rai kini sedang mulai dikerjakan pembangunan underpass.
"Kapolda juga mewanti-wanti untuk menjaga Bali agar aman nyaman bagi pariwisata dan masyarakat Bali sendiri. Mari kita berpikir jernih disaat kondisi seperti ini, karena ini menyangkut pariwisata Bali. Kami pasti selalu mengawal aksi ini agar berlangsung tertib dan aman, tapi kenyamanan ini yang kami takutkan akan berimas nantinya," jelasnya.
Seperti diketahui, ditengah meningkatnya status level gunung agung yang kini masih berstatus awas, setiap pihak diimbau untuk tidak melakukan aktifitas demo utamanya yang berpotensi menyebabkan kekroditan. Pasalnya kondisi Bali yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai sumber PAD, dinilai tentu akan semakin kisruh dimata wisatawan. Jangan sampai kondisi tersebut malah semakin membuat wisatawan tidak nyaman berada di Bali.
Sebagaimana diketahui, aksi demo rabu kemarin ramai diperbincangkan di sejumlah grup media sosial, baik yang pro maupun kontra. Namun pada dasarnya mereka mewanti-wanti agar demo jangan sampai membuat citra pariwisata Bali nantinya terpengaruh, akibat terjadinya kemacetan. (Pod-K1)