Podiumnews.com / Aktual / Politik

Diplomasi Indonesia Bertumpu pada Bali sebagai Ikon Pariwisata Dunia

Oleh Nyoman Sukadana • 16 Juni 2026 • 18:44:00 WITA

Diplomasi Indonesia Bertumpu pada Bali sebagai Ikon Pariwisata Dunia
Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh usai memimpin kunjungan kerja dalam rangka BKSAP Day ke Denpasar, Senin (15/6/2026). (sukadana)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menegaskan diplomasi Indonesia di panggung internasional tidak bisa dilepaskan dari peran Bali sebagai ikon pariwisata dunia. Reputasi Pulau Dewata yang telah dikenal secara global selama hampir 100 tahun dinilai menjadi modal strategis dalam membangun citra positif Indonesia di mata masyarakat internasional.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh, saat memimpin kunjungan kerja BKSAP Day di Denpasar, Bali, Senin (15/6/2026). Menurutnya, Bali tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata, tetapi juga menjadi salah satu instrumen diplomasi bangsa.

“Bali sudah sangat terkenal sejak lama, bahkan hampir 100 tahun dikenal dunia melalui sektor pariwisatanya. Karena itu kami mengharapkan Provinsi Bali, khususnya Kota Denpasar, untuk terus berinovasi dan menjaga kelestarian alam yang ada di Bali. Ini menjadi salah satu garda depan Indonesia dalam berdiplomasi melalui sektor pariwisata,” ujar Husein.

Ia mengatakan keberhasilan Bali menjaga daya tarik wisata selama puluhan tahun telah menjadikan pulau ini sebagai etalase Indonesia di mata dunia. Karena itu, berbagai upaya pengembangan pariwisata di Bali harus tetap mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Menurut Husein, isu keberlanjutan kini menjadi perhatian utama dalam berbagai forum internasional. Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan tidak hanya penting bagi Bali, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab Indonesia dalam menjawab tantangan global, termasuk perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

“Bali memiliki posisi yang sangat strategis bagi Indonesia. Apa yang terjadi di Bali turut membentuk persepsi dunia terhadap Indonesia. Karena itu, inovasi dan upaya menjaga lingkungan menjadi sangat penting untuk memperkuat diplomasi bangsa,” katanya.

Ia menambahkan, diplomasi modern tidak lagi hanya dilakukan melalui hubungan antarnegara, tetapi juga melalui kekuatan budaya, pariwisata, dan citra daerah yang mampu menarik perhatian dunia internasional. Dalam konteks tersebut, Bali dinilai memiliki modal yang sangat kuat untuk terus menjadi wajah Indonesia di tingkat global.

“Kami ingin ada sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Bali sebagai ikon pariwisata dunia harus terus dijaga dan diperkuat karena memiliki kontribusi besar dalam mendukung diplomasi Indonesia di berbagai forum internasional,” ujar Husein.

BKSAP berharap pemerintah daerah di Bali terus melakukan inovasi dan memperkuat pembangunan pariwisata yang berkualitas serta berkelanjutan sehingga peran Bali sebagai garda depan diplomasi Indonesia melalui sektor pariwisata dan budaya dapat terus terjaga di tengah dinamika global yang terus berkembang.

(sukadana)



Nyoman Sukadana
Editor

Nyoman Sukadana

Akrab disapa Menot adalah seorang jurnalis, kolumnis, publisher dan penulis buku asal Bali.