BNNP Bali Tangkap Pengedar Narkoba, Pengiriman Paket Dalam Knalpot
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan narkoba. Seorang pengedar narkoba berinisial GAS alias Boing ditangkap di kamar kosnya di Jalan Taman Pancing Denpasar, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, Jumat (31/7/2026) lalu.
Petugas BNNP menemukan barang bukti narkotika jenis etomidate sebanyak 19 paket catridge vape dan 11,12 gram netto ganja di dalam paket kiriman yang disamarkan dalam knalpot sepeda motor bekas.
Menurut Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana, S.I.K., M.Hum., M.M, pengungkapan ini berdasarkan informasi dari Kanwil DJBC Bali Nusra terkait adanya informasi peredaran gelap narkotika yang dikirim melalui paket dengan tujuan Denpasar Bali.
Jenderal bintang satu di pundak itu kemudian memerintahkan Tim Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Bali untuk segera melakukan penyelidikan atas informasi tersebut.
Selanjutnya, berdasarkan hasil controlled delivery terhadap paket tersebut pada Jumat (31/7/2026), tim berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial GAS alias Boing di tempat tinggalnya di kawasan Jalan Taman Pancing Denpasar, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, Jumat (31/7/2026).
"Dalam penggeledahan di kamar kos ditemukan barang bukti narkotika jenis etomidate sebanyak 19 paket catridge vape dan 11,12 gram netto ganja di dalam paket kiriman yang disamarkan dalam knalpot sepeda motor bekas," ujarnya.
Selain barang bukti di dalam paket tersebut, ditemukan juga barang bukti ekstasi 64,5 butir dan 3 sachet cairan kental yang diduga narkotika jenis happy water di kamar kos pelaku.
"Dari hasil pemeriksaan alat komunikasinya, diketahui bahwa pelaku dikendalikan oleh seseorang lelaki bernama Sangap yang tinggal di Kamboja," ujar Brigjend Putera Sedana.
Saat diinterogasi, pelaku GAS mengaku diperintah oleh Sangap untuk mengambil paket berisi narkoba yang dikirim oleh teman dari Sangap dipaket ditulis nama pengirim dikenal "Bang Gogon" asal pengiriman dari Medan.
Ia kembali mengungkapkan, bahwa jenis narkotika saat ini sudah semakin berkembang dari bentuk padat ke bentuk cair dengan berbagai modus dan siasat baru para pengedar.
"Pengungkapan kasus ini merupakan sinergi antar instansi untuk menjaga Bali dari peredaran gelap narkotika. Bali sebagai daerah pariwisata harus selalu kita jaga bersama. Jangan sampai Bali tercemar karena narkoba dan dapat mengancam generasi muda sebagai generasi penerus bangsa," katanya.
(hes/kturnip)