WNA Britania Raya yang Tewas di Kerobokan Pendarahan Otak
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Polda Bali membeberkan hasil autopsi sementara kematian bule asal Britania Raya, berinisial TY (24) yang tewas di kamarnya di sebuah vila di Jalan Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Bali.
Diduga kuat, kematin RY akibat pendarahan di otak. Sementara terkait penemuan 24 bungkus plastik berisi serbuk putih di dalam kamarnya dan ditemukan di mulut korban masih dalam pemeriksaan Direktorat Resnarkoba Polda Bali.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy mengatakan, kesimpulan sementara dari hasil autopsi RY menunjukkan adanya dugaan penyebab kematian akibat pendarahan di otak. Hal itu merupakan kesimpulan sementara dari pemeriksaan autopsi oleh dokter forensik RSUP Prof dr IGNG Ngoerah, Sanglah, Denpasar.
"Hasil sementara autopsi RY yang dilaksanakan oleh dr Hengky di RSUP Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar dugaan sementara penyebab kematian korban karena adanya pendarahan di otak," ujar Kombespol Ariasandy, Rabu (9/9/2026).
Diterangkannya, dari pemeriksaan terhadap tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Kondisi lebam mayat yang ditemukan juga masih dalam batas normal. "Di tubuh korban juga nihil ditemukan tanda-tanda kekerasan. Hanya lebam mayat normal," ungkapnya.
Mantan Kabid Humas Polda NTT ini mengatakan, hasil pemeriksaan autopsi tersebut belum dianggap final. Pasalnya, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium patologi dan toksikologi untuk memastikan penyebab kematian korban. "Polda Bali masih menunggu hasil lengkap pemeriksaan lab patologi dan toksikologi," kata perwira melati tiga tersebut.
Sementara terkait penemuan koper berisi 24 bungkus serbuk putih dan di mulut korban ditemukan juga serbuk putih berlumuran darah, Kombespol Arisandy mengatakan masih dalam pemeriksaan Ditresnarkoba Polda Bali.
Sebelumnya diberitakan, WNA asal Britania Raya, berinisial RY (24) ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar vila di Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali, Sabtu (29/8/2026) malam. Dari mulut korban ditemukan berlumur darah bercampur serbuk putih.
Sedangkan dari pengecekan aparat kepolisian di kamar vila ditemukan antara lain, dua kunci Inggris, dua set kunci L, sebuah blender, timbangan elektrik, mesin press hidrolik, mesin vakum plastik, 18 botol suplemen NOW Inositol 500 miligram, serta sebuah saringan tepung.
Polisi juga menemukan dua koper di dalam kamar. Koper pertama berisi 24 bungkus plastik berisi serbuk putih, sedangkan koper kedua berisi 26 bungkus plastik berisi serbuk putih. Total terdapat 50 bungkus plastik berisi serbuk putih. Temuan tersebut masih didalami, termasuk melalui pemeriksaan laboratorium, untuk mengetahui kandungan serbuk putih yang ditemukan di lokasi.
(hes/kturnip)