Viral di Medsos, Kelompok Pemuda Berkelahi di Lapangan Renon
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Dalam video rekaman CCTV yang beredar luas di media social (Medsos), tampak sekelompok pemuda berkelahi di Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar Timur, Denpasar, Bali. Tak lama berselang, petugas Satpol PP datang dan langsung membubarkan aksi perkelahian tersebut.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan, keributan itu terjadi, Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 22.00 Wita. Orang-orang yang terlibat keributan sudah diamankan petugas Satpol PP Kota Denpasar dan diserahkan ke petugas Pos Pol Renon untuk ditindaklanjuti. "Pihak yang terlibat sudah ditangani personel Polsek Denpasar Timur," ujar Iptu Adi, Rabu (7/10/2026).
Dikatakannya, aksi keributan yang terjadi di Lapangan Renon sebagai ruang publik memang kerap terjadi. Namun jajaran kepolisian Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Timur telah melakukan berbagai upaya pencegahan, salah satunya melalui patroli.
"Personel kepolisian akan terus meningkatkan patroli dan pemantauan, terutama pada waktu-waktu yang dianggap rawan terjadinya gangguan kamtibmas," ujarnya, Rabu (7/10/2026).
Ditegaskannya, apabila pihak kepolisian menemukan adanya keributan, tindakan kekerasan, atau perbuatan yang mengganggu ketertiban umum, segera mengambil langkah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
"Kami tidak ingin ruang publik digunakan untuk kegiatan yang justru mengganggu masyarakat lainnya. Apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum, tentunya akan kami tindak sesuai aturan. Namun kami juga mengedepankan langkah pencegahan dan pendekatan humanis agar situasi tetap kondusif," kata Adi.
Ditanya soal kemungkinan diberlakukannya jam malam dan pengawasan ketat, seperti di Lapangan Puputan Badung, Iptu Adi mengatakan, hal tersebut masih perlu dikoordinasikan dengan pihak terkait. Pemberlakuan jam malam maupun pembatasan aktivitas tidak bisa serta-merta diputuskan hanya oleh kepolisian.
"Kami akan melihat perkembangan situasi di lapangan, melakukan evaluasi serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait. Yang paling utama adalah bagaimana masyarakat tetap dapat menggunakan lapangan dengan aman, tertib dan nyaman," tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat ikut menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kericuhan. Warga yang mengetahui adanya potensi keributan atau gangguan kamtibmas diminta segera menginformasikannya kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin.
"Jika masyarakat mengetahui adanya potensi kericuhan atau gangguan kamtibmas, segera informasikan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin," ujarnya
(hes/kturnip)