Podiumnews.com / Aktual / News

Diresmikan Kapolda, Museum Terorisme Bali Jadi yang Pertama di Indonesia

Oleh Podiumnews • 27 November 2019 • 20:21:59 WITA

Diresmikan Kapolda, Museum Terorisme Bali Jadi yang Pertama di Indonesia
Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose berkeliling usai meresmikan Museum Penanggulangan Terorisme di Jalan WR Supratman, Denpasar Timur, Rabu (27/11). (Foto: Istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose meresmikan Museum Penanggulangan Terorisme di gedung baru Prakasa Rucira Garjita Sport Centre, Rabu (27/11). 

Gedung berlantai 2 itu terletak di Lapangan Tembak di Jalan WR Supratman, Denpasar Timur dan terbuka untuk umum. 

Lantai bawah museum berisikan dokumentasi aksi terorisme sejak tahun 2002 hingga 2019. Mulai dari bom Bali satu hingga aksi bom bunuh diri di Medan beberapa pekan lalu. 

Bahkan, sejumlah replika dan foto-foto kejadian Bom Bali 1 dan 2 juga dipajang museum tersebut. Termasuk foto-foto penangkapan para pelaku dan otak terornya. 

"Jadi, ini pertama di Indonesia yang diekspose pertama ke dunia tentang penanggulangan terorisme," ungkap Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose usai meresmikan gedung museum. 

Menurut jenderal bintang dua itu, museum terorisme mengingatkan kepada masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Bali, bahwa teroris bukan hanya musuh penegak hukum, tetapi adalah musuh bersama. 

"Karena dengan bermacam dalih mereka (teroris) akan merubah dasar negara kita. Jadi kita harus bersama-sama mengenang apa yang dilakukan oleh para penegak hukum, satuan tugas anti teror, BNPT, dan seluruh stakeholder," tegasnya. 

Selain masyarakat sipil, kata jenderal asal Manado Sulawesi Utara itu, sudah banyak anggota polisi yang juga meninggal dan cedera akibat aksi para teroris. Terlebih saat ini pelaku teroris mengubah modus operandinya dengan cara menyerang polisi. 

"Secara resmi museum ini terbuka untuk umum. Di sini Edukasinya dapat, bahwa ini menerangkan banyak ilmu secara digital forensik, analisis, belajar juga barang-berbahaya. Kemudian kita melihat juga bahwa ini untuk mengenang sejarah yang dimulai dari Bali tahun 2002," pungkasnya. (SIL/PDN)