Podiumnews.com / Aktual / Politik

Paket Dharma-Kerta Hampir Final, Segera Deklarasi

Oleh Podiumnews • 17 November 2017 • 11:53:43 WITA

Paket Dharma-Kerta Hampir Final, Segera Deklarasi
Dharma-Kerta

DENPASAR,podiumnews.com-Teka-teki soal siapa yang akan menjadi calon gubernur(Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) yang akan diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB) pada Pilgub Bali 2018, mulai muncul titik terang.

Arah koalisi dari delapan partai politik ini menguat kepada duet Ida Bagus Dharma Wijaya Mantra (Walikota Denpasar)-Ketut Sudikerta (Ketua DPD Golkar Bali sekaligus wakil gubernur Bali) alias Dharma-Kerta.

Pasalnya sikap DPD Partai Golkar Bali terlihat mulai melunak, tidak lagi seperti sebelumnya terlihat ngotot  mengusung jagonya Ketut Sudikerta yang populer dengan jargon Sudikerta Gubernur Bali (SGB) agar tetap di posisi calon gubernur. Berbeda dengan Partai NasDem, Gerindra, Demokrat dan PKS yang juga tergabung dalam KRB tetap ngotot mendorong agar jagonya Rai Mantra tetap diusung sebagai Cagub.

Dikonfirmasi di Denpasar Jumat (17/11) terkait hal tersebut, Kordinator Wilayah Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Bali-Nusra DPP Partai Golkar AA Bagus Adhi Mahendra Putra tidak  membantah secara tegas. Gus Adhi demikian ia akrab disapa menegaskan, bahwa pihaknya tidak ingin terjebak dalam polemik perebutan posisi Cagub atau Cawagub. Namun pihaknya lebih menargetkan bisa berkontribusi untuk membangun daerah Bali.

"Kalaupun kader Golkar (Sudikerta) dipasangkan (untuk) nomor dua. Itu bukan target kami. Target kami adalah bagaimana bisa berbuat untuk masyarakat Bali," tegasnya.

Hal ini menurutnya juga sejalan dengan sosok jiwa Sudikerta yang terkenal sangat nasionalis.

"Pak Sudikerra itu tidak ambisius jabatan, tidak ambisius kekuasaan. Beliau selalu berambisi untuk ngayah untuk masyarakat Bali," ungkapnya.

Selanjutnya ia menuturkan, bagaimana sosok Sudikerta yang tidak pernah merasa lelah dan juga mengeluh mengabdi untuk membangun Bali. Bahkan menurutnya, Sudikerta tidak pernah canggung mengeluarkan uang pribadinya sendiri untuk membantu masyarakat Bali.

"Ini yang saya lihat dalam sosok sudikerta. Kenapa? Karena tidak saya lihat sosok figur yang enam kali keliling ke desa-desa untuk membangun masyarakat desa seperti beliau. Dan beliau tidak terpaku pada anggaran daerah, anggaran Pemda maksudnya. Keliling enam desa dalam sehari. Suka citanya adalah memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat Bali," ungkapnya.

Anggota Komis IV DPR RI ini meyakini jika KRB dan masyarakat Bali menghendaki agar muncul pasangan calon Dharma-Kerta yang artinya Sudikerta diposisi Cagub, Sudikerta akan menerima dengan legowo.

"Saya rasa Pak Sudikerta akan menerima. Karena saya lihat seorang Sudikerta itu adalah sosok seorang nasionalis sejati. Tidak haus kekuasaan. Ini yang saya lihat.," katanya.

Terkait soal rekomendasi DPP Golkar untuk Sudikerta sebagai calon gubernur yang akan diusung. Menurutnya, rekomendasi yang diberikan tersebut sangar bersifat fleksibel.

"Rekomendasi berupa pasangan calon baru bersifat final. Rekomendasi perseorangan masih menyesuaikan. Diberikan ruang dan waktu Pak Sudikerta memilih pasangamnya. Pasangannya bisa wakil, bisa gubernur. Terserah nyamannya dimana. Zona nyamannya dimana? Jika muncul rekomendasi pasangan calon otomatis rekemdasi kemarin itu gugur," jelasnya

Disinggung apakah Sudikerta sudah menyatakan bersedia sebagai pendamping Rai Mantra? "Saya belum ketemu dengan beliau. Jadi saya tidak ingin mendahului. Walau saya sudah tahu jawabannya, saya tidak ingin mendahului. Jadi berikanlah kehormatan untuk beliau untuk berkomunikasi (menyampaikannya sendiri)," sebutnya.

Soal kapan paket Dharma-Kerta akan dideklarsika, Ketua KRB ini mengungkapkan pada 2O November nanti, bertepatan dengan Hari Puputan Margarana.

"Astungkara dan mohon doa restunya. Kami secepatnya melakukan komunikasi. Karena kesibukan- kesibukan para pihak, jadi belum bisa ketemu pertemukan," pungkasnya. (KP-TIM)