Jadi Cawagub, Sudikerta Dinilai Tak Haus Kekuasaan
DENPASAR,podiumnews.com-Ketua DPD Demokrat Bali Made Mudarta yang juga Ketua Penasehat Koalisi Rakyat Bali (KRB) yang beranggota delapan parpol, memuji Ketua DPD Golkar Bali Ketut Sudikerta sebagai seorang pemimpin Bali yang tak haus kekuasaan.
Padahal Sudikerta sendiri sudah resmi diusung induk parpolnya sebagai calon gubernur (Cagub) Bali pada Pilgub Bali 2018. Bahkan partainya sama seperti halnya PDIP bisa mengusung pasangan calon sendiri, namun Sudikerta tak menolak disandingkan menjadi calon wakil gubernur (Cawagub) mendampingi IB Dharma Wijaya Mantra (Walikota Denpasar) sebagai Cagub KRB.
"Beliau sangat layak jadi gubernur. Tapi karena sebagian parpol dominan mengusulkan Paket Dharma-Kerta daripada Kerta-Dharma, beliau dengan besar hati menerima kesepakatan itu. Ini membuktikan beliau tidak haus kekuasaan. Tapi orang yang ingin ngayah untuk masyarakat Bali," ungkap Mudarta di Denpasar, Sabtu (18/11).
Dengan begitu lanjut Mudarta, Paket Dharma-Kerta sudah final. Menurut dia, keputusan KRB mengusung Dharma-Kerta berdasarkan rapat kedua KRB yang dihadiri semua anggota koalisi pada Kamis (16/11) lalu. Di situ nama pasangan calon (Paslon) sudah mengerucut kepada Paket Dharma-Kerta. Termasuk rapat internal Partai Golkar terakhir juga sepakat pasangan Dharma-Kerta.
Selanjutnya ia menyebut, selain Demokrat, Gerindra, Nasdem juga PKS dan terakhir Partai Golkar telah setuju mengusung Paket Dharma-Kerta.
"Artinya jika Golkar juga sudah menyampaikan setuju Paket Dharma-Kerta, ini artinya sudah final ya paketnya mengusung IB. Rai Dharmawijaya Mantra sebagai Cagub dan Ketut Sudikerta sebagai Cawagub. Saya tegaskan sudah final pasangan calon yang diusung oleh Koalisi Rakyat Bali ini adalah Dharmakerta," tegas Mudarta.
Mudarta menuturkan, jika pernyataan final baru bisa disampaikan sekarang lantaran keputusan sedikit alot dari sisi internal Partai Golkar yang awalnya Sudikerta yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali didorong sebagai calon gubernur, tetapi sesungguhnya dari sisi pribadi Sudikerta tidak pernah ngotot mau jabatan dan mau posisi apa saja. Sementara IB. Rai Dharmawijaya Mantra yang merupakan Walikota Denpasar maju sebagai Cagub.
Mudarta mengakui jika deklarasi Dharmakerta yang direncanakan tanggal 20 November namun diundur kemungkinan menjadi tanggal 22 November atau paling telat akhir November ini.
"Karena sebaiknya memang baiknya deklarasi Dharmakerta pada bulan November ini tapi mengenai tempat belum di putuskan lokasinya oleh tim KRB," tutupnya. (KP-TIM)