Podiumnews.com / Aktual / Hukum

Dituduh Maling Helm, Seorang Pemuda Diamuk Massa Hingga Tewas

Oleh Podiumnews • 25 Januari 2020 • 17:12:00 WITA

Dituduh Maling Helm, Seorang Pemuda Diamuk Massa Hingga Tewas
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

BADUNG, PODIUMNEWS.com - Seorang pemuda yang sebelumnya viral diduga mencuri helm dan dikeroyok massa di dekat monumen Ground Zero Legian Kuta, tadi pagi (25/1) tewas di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar. 

Terkait tewasnya korban, Polisi menemukan adanya tindak pidana baru dalam kasus pengeroyokan tersebut.

Kejadian ini bermula seorang pemuda dituduh mencuri helm dan diamankan oleh sekelompok oknum masyarakat. Pemuda tersebut diamankan di lokasi Ground Zero atau tepatnya di depan monumen Bom Bali, Legian Kuta.

Nahas, beberapa oknum masyarakat itu malah  menghakiminya hingga babak belur. Di dalam video yang beredar merekam ada 7 oknum masyarakat yang terlibat aksi main hakim sendiri.

Mereka memborgol kedua tangannya dibelakang. Pria bertelanjang dada tersebut berhasil membuka borgol, namun langsung diinjak ditendang hingga tak sadarkan diri.

Tak ayal, kasus ini viral di media sosial, Jumat (24/1) siang. Sejumlah akun media sosial facebook dan instagram ramai-ramai memposting. Tuduhan pun bergulir ke pria tersebut yang menyebutnya seorang maling memiliki ilmu kebal.

Disisi lain, dari hasil penyelidikan Unit Reskrim Polsek Kuta, keterlibatan pemuda tersebut dalam pencurian helm belum bisa dibuktikan. 

Beberapa saksi sudah diinterogasi Polisi, bahkan ada yang menyebutkan salah paham. Sebab, helm yang diambil korban saat itu mirip dengan miliknya, namun beda warna saja.

"Kemungkinan pria malang itu salah mengambil helm, cuma beda warna, mensreanya juga belum kami temukan. Terlihat dari CCTV sepanjang jalan Legian orangnya pun linglung. Sehingga dia dikira maling, lalu warga lantas aniaya beramai-ramai," ujar Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Putu Ika Prabawa, Sabtu (25/1).

Mirisnya, saat kejadian Polisi tidak bisa mengorek keterangan dari korban karena saat itu langsung dilarikan ke RSUP Sanglah dalam kondisi koma. 

"Jadi korban saat itu koma di RS Sanglah dan kami belum sempat dimintai keterangannya," ungkap mantan Kanitreskrim Polsek Kuta Utara ini.

Nasib berkata lain, korban dikabarkan meninggal setelah beberapa jam menjalani perawatan intensif tim medis RSUP Sanglah. "Terduga pelaku tadi sudah meninggal," ungkap Putu Ika.

Terlepas benar tidaknya pemuda tersebut mencuri, ungkap Iptu Ika, pihaknya sudah menemukan adanya tindak pidana baru dalam aksi main hakim tersebut. Namun sayang, Iptu Ika enggan membeberkan secara rinci pidana baru tersebut. 

"Sabar, kami masih menunggu laporan resmi dari pihak keluarga terduga pelaku," pungkasnya. (SIL/PDN)