KJM Siap Lawan Dominasi PDIP di Jembrana
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Guna melawan dominasi PDIP, tujuh partai politik (parpol) di Jembrana sepakat dan deklarasi membentuk koalisi besar dengan nama Koalisi Jembrana Maju (KJM). Diantaranya, Golkar, Gerindra, Demokrat, PPP, Nasdem, PKS dan Perindo. Hadir juga 9 bakal calon bupati dan wakil bupati yang mendaftar.
Koordinator Koalisi Jembrana Maju (KJM), Made Suardana, Selasa (28/1) menjelaskan, bukan hanya sekedar koalisi untuk Pilkada saja. Melainkan juga untuk menyatukan kekuatan dari parpol non PDIP.
“Kita deklarasi koalisi merupakan suatu upaya kita untuk menyatukan segala pemikiran yang dilandasi dengan kita melaksanakan koalisi," kata dia.
Selanjutnya, ia akan membentuk Tim Penjaringan bersama untuk mendapatkan calon yang layak untuk diusung pada Pilkada Jembrana 2020 mendatang. Tak dipungkiri jika setiap parpol di KJM telah melakukan penjaringan internal terlebih dahulu. Namun demikian, nantinya hasil internal tersebut juga akan dibawa dan diakomodir ke Tim Penjaringan koalisi.
Nama-nama yang ada akan disurvei untuk di dekat tingkat elektabilitasnya di masyarakat. "Mengawali memang benar, karena kita belum bisa koalisi dulu, kita awali di internal masing-masing partai penjaringan. Dari masing-masing penjaringan partai yang sudah memunculkan calon nanti akan dibawa ke koalisi untuk dibahas bersama," ujarnya.
Salah satu nama yang diperhitungkan KJM adalah politisi Partai Demokrat Bali Nengah Tamba. Hal ini juga diakui oleh Koalisi Jembrana Maju (KJM) mengenai peluang Nengah Tamba untuk maju Pilkada Jembrana 2020. Menurutnya, tak menutup kemungkinan jika mantan Ketua Komisi III DPRD Bali tersebut bisa diusung. Meski begitu, bukan berarti nama-nama lain tak memiliki peluang. Yang terpenting, elektabilitasnya tinggi.
"Kalau kita melihat peluang Pak Tamba bagus, karena masyarakat menginginkan perubahan di Jembrana. Tapi ada juga Pak (Ketut) Widastra, Pak Jagat (Made Prihenjagat) juga," pungkasnya. (RYN/PDN)