Podiumnews.com / Aktual / Politik

KBS Makin PD, Gus Adhi Optimis Menang di Pencoblosan

Oleh Podiumnews • 27 November 2017 • 09:42:32 WITA

 KBS Makin PD, Gus Adhi Optimis Menang di Pencoblosan
AA Bagus Adhi Mahendra Putra dan Wayan Koster

DENPASAR, PODIUMNEWS.com-Persaingan jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 2018 makin sengit. Pasalnya Calon Gubernur (Cagub) dari PDIP, Wayan Koster terlihat makin percaya diri dengan menaikan target kemenangan dari 65 persen menjadi 80 persen.

Sementara Koalisi Rakyat Bali (KRB) tetap memasang strategi skenario head to head  untuk melawan Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur dari PDIP Wayan Koster-Tjokorda Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace). KRB masih melakukan bongkar pasang pasangan calon yang bakal diusung koalisi besar itu.

Ketua DPD PDIP Bali Wayang Koster  saat menerima surat rekomendasi dirinya sebagai calon gubernur Bali  dari Ketua Umum  DPD PDIP Megawati Sukarnoputri di Jakarta, Sabtu (11/11/2017) lalu, menargetkan menang dengan perolehan suara minimal sebesar 65 persen. “Kami menargetkan perolehan sebesar 65 persen untuk kemenangan di Pilgub Bali nanti,” katanya.

Hanya saja usai acara menyerahkan rekomendasi pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra-AA Ngurah Mayun  (Paket AMAN) untuk Pilkada 2018, Minggu (26/11/2017) di Denpasar, Koster mengubah target angka kemenangan dari 65 persen naik menjadi 80 persen.

Pasalnya ia merasa lebih siap maju ketimbang pesaingnya dari KRB yang masih menghadapi polemik bongkar pasang Paslon, antara IB Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Dharma-Kerta) atau sebaliknya Kerta Dharma dan juga Ketut Sudikerta- Gede Pasek Suardika.

"Di (Pilkada) Gianyar kan tadi sudah  saya sampaikan minimal 75 persen. Pilgub 80 persen," sahutnya ditanya soal target kemenangan di Pilgub Bali 2018 nanti.

Ditanya kenapa tiba-tiba target naik dari 65 persen menjadi 80 persen? "Karena lebih siap (daripada KRB). Kan di sebelah (KRB) masih kebyat-kebyut (belum jelas)," tegas ketua DPD PDIP Bali yang berpasangan dengan mantan Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace).

Selain itu kelebihan yang dimiliki partainya adalah semangat gotong-royong yang justru tidak dimiliki oleh partai lainnya. Pria yang berjulukan Koster Bali Satu (KBS)  ini menyebutkan, berdasarkan pengalaman di setiap Pilkada, kader PDIP sangat kuat dalam bergotong-royong.

“Di Pilkada Badung, kita terapkan prinsip gotong-royong. Akhirnya menang. Kalau tidak punya uang, iya tidak apa-apa. Kalau ada uang yang disyukuri. Jangan mengeluh, harus bersabar dan tetap bekerja untuk membesarkan partai,” katanya.

Kemudian Koster mengingatkan bahwa logo PDIP dengan simbol banteng moncong putihnya dan didasari warna Tridatu, atau perpaduan warna hitam, putih serta merah sangatlah sakral. Sehingga diingatkannya, jangan coba-coba membelot dari PDIP.

“Sudah banyak contoh, di Jakarta, Jawa Timur juga Bali. Ane bengkung (membelot) sing kal adi ape-ape (tidak jadi apa-apa). Akhirnya karir politik mereka tenggelam. Asal bekerja dan bersabar untuk partai, pasti nanti dapat posisi,” imbuhnya.

Sebetulnya ia berharap agar pada Pilgub 2018 tidak ada lagi kader yang membelot seperti yang terjadi pada Pilkada Serentak 2015 lalu, juga Pilkada Buleleng 2016. Menurut Koster para kader yang dipecat tersebut sebagian besar adalah kawan dekat sendiri khususnya Diesel Astawa dan Dewa Nyoman Sukrawan. 

"Untuk urusan partai saya selalu tegak lurus, meski itu teman dekat sendiri. Karena dalam berteman tidak ada AD/ART-nya, beda dengan partai ada AD/ART dan instruksi Ketua Umum yang harus saya jalankan," tegasnya.

Selain itu ia juga dalam dekat ini akan melaksanakan pakta integritas bagi para caleg PDIP yang maju Pileg 2019. "Jika kalah di Dapil-nya (daerah pemilihan) akan dicoret. Dulu hanya tingkat TPS dan desa, sekarang dinaikan sampaikan tingkat Dapil," sebutnya.

Sementara Ketua KRB AA Bagus Adhi Mahendra Putra yang juga Koordinator Wilayah Badan Pemenangan Pemilu (Korwil Bappilu) Bali-Nusra DPP Partai Golkar menanggapi santai  soal anggapan kalah start dari PDIP.

Kan pendaftaran ke KPU baru mulai Januari 2018. Apanya yang kalah start? Yang jelas kami akan menang di pencoblosan nanti,” tukas anggota DPR RI Fraksi Golkar ini pada Minggu (26/11/2017), di Denpasar.

Terkait tarik ulur pasangan calon, pihaknya mengatakan akan menunggu hasil survey yang akan baru bisa diketahui pada tanggal 6 Desember 2017 nanti.

“Nanti hasil survey akan menjadi rujukan dan pertimbangan kami dalam menentukan pasangan calon,” jelasnya.

Setelah itu, lanjut pria yang akrab disapa Gus Adhi ini, Sudikerta yang dijagokan Partai Golkar diberikan waktu hingga tanggal 20 Desember untuk menentukan siapa pasangan calonnya, termasuk pilihan posisi yang diambil. Apakah nantinya sebagai calon gubernur atau wakil gubernur.

“Marilah kita berikan waktu Pak Sudikerta untuk berpikir menentukan pilihan, juga berkomunikasi dengan Rai Mantra. Keputusan semuanya kami serahkan kepada beliau,” tutupnya.  (ISU/PDN)