Podiumnews.com / Aktual / Politik

PKS Klaim Dua Kandidat Kada Merapat

Oleh Podiumnews • 10 Februari 2020 • 09:44:36 WITA

PKS Klaim Dua Kandidat Kada Merapat
Tersangka Kadek Bukit alias Dek Mer (29). (Foto: istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - PKS di Bali tampaknya memiliki daya tarik bagi sebagian calon yang ingin maju pada Pilkada serentak 2020. Bahkan, diklaim ada dua nama yang telah “melamar” ke PKS. Diantaranya adalah Calon Bupati Karangasem IGA Mas Sumantri dan Calon Bupati Jembrana I Nengah Tamba.

"Selama ini baru dua nama yang menyerahkan nama ke kita Bu Mas di Karangasem dan Pak Tamba di Jembrana," ujar Ketua DPW PKS Bali Hilmun Nabi, Minggu (09/02).

PKS merasa terhormat. Apalagi, kursi PKS hanya memiliki satu kursi di DPRD Karangasem. Sementara di Kabupaten/kota lain dan provinsi tak memiliki kursi sama sekali. Kendati demikian, jika dilihat dari perolehan suara, hasil lumayan bagus yakni 39 ribu.

"Memang sedikit banyak berpengaruh ke kita, walaupun kita tidak banyak kursi. Kita punya suara hampir 39 ribu se-Bali dan itu tidak sedikit," jelasnya.

Meskipun sudah dilamar, pihaknya menyatakan belum bisa memastikan restu apakah akan diberikan atau tidak. Masih perlu melakukan kajian. "Sebentar dulu, ada beberapa aspek yang harus kita lihat dulu, ada survei, sampai saat ini belum," tandasnya.

PKS mengaku membuka peluang bagi partai lain untuk menjalin komunikasi, walaupun hanya sebagai partai pendukung. “Kita tetap berkomunikasi dengan berbagai pihak, baik sebagai pengusung di Karangasem atau pendukung di beberapa wilayah lain," paparnya.

Menurutnya, momentum Pilkada serentak 2020 merupakan bagian dari pemanasan untuk menghadapi Pemilu 2024 mendatang. "Event September ini kita akan ikut serta, dan kita akan siapkan mesin kita untuk itu," aku mantan Anggota DPRD Kota Denpasar ini.

Begitu juga dengan Pilkada Denpasar. Hilmun menyebut belum menentukan arah dukungan. Sedangkan, untuk Pilkada Jembrana sendiri PKS berkoalisi dengan enam partai lainnya yakni Golkar, Gerindra, Demokrat, PPP, NasDem dan Perindo. "Denpasar belumlah, bisa ke PDIP bisa ke yang lain," akunya. (RYN/PDN)