Podiumnews.com / Aktual / Politik

Demokrat Bali Tunggu Kongres Mantapkan Persiapan Pilkada Serentak

Oleh Podiumnews • 01 Maret 2020 • 20:17:54 WITA

Demokrat Bali Tunggu Kongres Mantapkan Persiapan Pilkada Serentak
etua DPD I Partai Demokrat Bali Made Mudarta. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Partai Demokrat hingga saat ini masih terus melakukan pemantauan terhadap calon-calon yang layak untuk didukung maupun diusung pada Pilkada serentak 2020 mendatang. Begitu juga dengan wacana berkoalisi dengan partai politik lainnya.

Ketua DPD I Partai Demokrat Bali Made Mudarta menyatakan, merujuk pada hasil Pileg 2019, Partai Demokrat dipastikan tak bisa mengusung calon sendiri. Maka dari itu koalisi menjadi langkah mutlak. Kendati demikian, pihaknya menyerahkan seluruh komunikasi ke DPC Kabupaten/kota.

“Proses komunikasi politik ada di level kabupaten/kota. Karena inikan ranahnya DPC, kami di provinsi hanya menunggu laporan masing-masing DPC,” jelasnya, Sabtu (29/02).

Mudarta mengaku, pihaknya saat ini tengah menunggu Kongres Partai Demokrat yang rencananya akan digelar pada Bulan Mei 2020 mendatang di Jakarta. Disaat itulah, seluruh sikap dan keputusan Partai Demokrat dalam Pilkada serentak akan ditetapkan. “Dalam konsolidasi (Kongres) Partai Demokrat akan memantapkan persiapan Pilkada,” tandasnya.

Dari hasil Kongres tersebut, Ketua Umum (Ketum) yang baru bisa langsung menetapkan serta mengeluarkan rekomendasi kepada calon yang akan diusung ataupun didukung. “Berharap Ketum terpilih nanti menandatangani rekomendasi,” harapnya.

Sebelumnya, Partai Golkar menyatakan ada tiga daerah yang menjadi fokus dalam Pilkada serentak 2020 di Bali. Diantaranya, Jembrana, Bangli, dan Karangasem. Menyikapi hal itu, Mudarta mengakui hal itu. Namun, baru Jembrana saja yang disodorkan nama kader sendiri ke koalisi, yakni Nengah Tamba. “Ya di Jembrana kita dorong kader sendiri,” akunya.

Sementara untuk daerah lainnya, Partai Demokrat masih memantau nama-nama yang bermunculan ke publik. Sehingga, belum ada figur yang masuk ‘kantong’. “Belum, karena kan di koalisi sepakat menunggu hasil survey. Siapa yang tertinggi, itu yang akan digunakan,” pungkasnya. (RYN/PDN)