Golkar Bali Beri Dukungan Moril kepada Sudikerta
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Partai Golkar Bali di bawah kendali I Nyoman Sugawa Korry tampaknya tak ingin dianggap seperti kacang lupa kulitnya. Hal ini terbukti dengan kunjungannya ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan Badung, untuk menengok mantan Ketua DPD Partai Golkar Bali Ketut Sudikerta, Selasa (17/03).
Seperti diketahui, mantan Wakil Gubernur Bali tersebut dinyatakan bersalah atas kasus penipuan. Ia dituntut enam tahun penjara usai mengajukan banding.
Ketua DPD I Partai Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry menjelaskan bahwa pihaknya memang bersama pengurus bertujuan untuk menengok Sudikerta. "Kami mengunjungi pak Sudikerta di Lapas Kerobokan. Kondisi beliau sehat. Beliau menyambut kami dengan antusias, gembira," katanya.
Jajaran pengurus yang ikut menjenguk Ketut Sudikerta antara lain Sekretaris DPD Golkar Bali I Made Dauh Wijana, Wakil Sekretaris Bidang Hubungan Lembaga Politik DAP Sri Wigunawati, Wakil Ketua Bidang Tani dan Nelayan yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bali I Wayan Rawan Atmaja, Wakil Bendahara Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup yang juga Plt.Ketua DPD Golkar Kabupaten Badung Wayan Suyasa, dan Penasehat Hukum Sudikerta yang juga kader senior Golkar I Wayan Warsa T Buana.
Lebih dari itu, dirinya bersama pengurus lain ingin memberikan dukungan moril kepada Sudikerta dalam menghadapi kasus hukum yang menimpanya saat ini. Apalagi, Sudikerta dianggap sebagai sahabat baginya.
"Tentu sebagai teman, kami memberikan doa, semangat kepada beliau agar tetap tegar. Dan kami tetap pada garis prinsip kita tidak dalam posisi mencampuri proses hukum yang sedang dihadapi apalagi mengintervensi. Kami menghormati itu sebagai suatu proses hukum yang memang wajib beliau hadapi," papar dia.
Wakil Ketua DPRD Bali ini menceritakan tanggapan Ketut Sudikerta terhadap rekonsiliasi di Partai Golkar saat ini. Menurutnya, mantan Wakil Gubernur Bali itu sangat mengapresiasi. "Beliau menyambut baik rekonsiliasi yang dilakukan secara menyeluruh, menyasar kepada seluruh jajaran kader. Beliau juga berharap kondisi kebersamaan ini terus dijaga. Beliau juga mohon maaf belum bisa bersama karena masih konsentrasi menghadapi masalah hukum yang sedang dihadapinya," tuturnya. (RYN/PDN)