Podiumnews.com / Aktual / News

Karangasem Juara Bondres Jambore Penyuluh KKBPK

Oleh Podiumnews • 15 Desember 2017 • 11:20:06 WITA

Karangasem Juara Bondres Jambore Penyuluh KKBPK
Lomba bondres dalam Jambore Penyuluh Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)

TABANAN-Kabupaten Karangasem tampil sebagai juara lomba bondres dalam Jambore Penyuluh Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang dihelat di Kebun Raya Bedugul, Kabupaten Tabanan, Kamis (14/12/2017). Sementara posisi kedua ditempat oleh Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Bangli berada di posisi ke tiga.

Kepala Perwakilan BKKBN provinsi Bali, Ida Bagus Wirama, SH., M.Kes mengapresiasi Jambore Penyuluh KKBPK provinsi Bali tahun 2017 ini. Ia meminta kepada panitia agar menginventarisir para penyuluh yang memiliki keahlian tersebut agar dapat difilmkan sebagai salah satu media tradisional dalam penyampaian program KKBPK agar dapat diterima oleh masayarakat.

"Sudah sangat bagus, tapi ditingkatkan lagi. Dalam dalam penyampaiannya, tolong ditambahkan juga program KKBPK yang lain, salah satunya adalah seribu hari pertama kehidupan. Karena kita mau membentuk SDM yang berkualitas, sehingga anak-anak yang lahir haru berkualitas," ungkapnya.

Sementara Kasiter Korem 163 Wirasatya, Letkol inf. I Gusti Bagus Wisastra yang hadir pada kesempatan tersebut, mengatakan TNI merupakan salah satu mitra kerja BKKBN siap mensukseskan program KKBPK.

Untuk itu, ia mengimbau kepada para penyuluh KKBPK agar tidak sungkan-sungkan untuk minta bantuan para Babinsa yang ada di desa-desa agar ikut melakukan penyuluhan. Menurutnya, program KKBPK sangat bagus sekali dan sangat erat kaitannya dengan TNI sehingga TNI ikut serta mensukseskannya.

"TNI konsen pada pertahanan. Dan sumber permasalahan negara adalah kependudukan dan kelahiran," ujarnya.

Untuk itu, perwira asal Buleleng ini mengimbau kepada generasi muda agar merencanakan dengan matang sebelum menikah agar keluarga yang dibangun benar- benar berkualitas. Selain itu, anak-anak yang dilahirkan nanti juga berkualitas.

"Menurut saya, anak laki atau perempuan itu sama saja. Menikah harus direncanakan dengan matang, seperti kapan harus menikah, kapan punya anak dan berapa punya anak. Kalau belum punya rencana, jangan dulu berkeluarga. Berkeluarga itu harus terencana supaya kehidupan lebih baik karena keluarga itu bukan hanya faktor ekonomi saja, tetapi juga kesehatan dan pendidikan," tandasnya. (TIM)

Podiumnews
Journalist

Podiumnews