Podiumnews.com / Aktual / Politik

Mudarta Tak Khawatir Demokrat Ditinggal Rekan Koalisi

Oleh Podiumnews • 06 Juni 2020 • 15:11:57 WITA

Mudarta Tak Khawatir Demokrat Ditinggal Rekan Koalisi
Made Mudarta

DENPASAR, PODIUMNEWS.com -Partai Demokrat Bali telah berkomitmen satu barisan dengan empat partai lain, yakni PSI, Hanura, Golkar, dan NasDem pada Pilkada Serentak 2020. Komitmen tersebut dibuktikan dari pertemuan lima partai di Sekretariat DPD I Partai Demokrat Bali, Jumat (5/6).

Uniknya, Partai Demokrat mengambil langkah untuk bergabung membentuk koalisu besar berdasarkan hasil meditasi. Apalagi, di tengah pandemi Covid-19 lebih sering berkomunikasi spiritual dengan Tuhan. "Sekarang zaman Covid ini kan kebanyakan kita spiritual komunikasi degan Tuhan, salah satunya ini," ujar Ketua DPD I Partai Demokrat Bali Made Mudarta, Sabtu (6/6).

Ia mengaku, dengan adanya koalisi besar tersebut, akan diikuti oleh seluruh jajaran mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Begitu juga dengan partai lain yang tergabung. 

Mengenai calon yang akan diusung, Mudarta menegaskan bahwa popularitas dan elektabilitas menjadi tolak ukur penting dalam mengusung calon di koalisi. “Demokrat tidak melihat apakah calon itu dari Demokrat atau dari partai koalisi, namun pada intinya kita sepakat mengusung pasangan kandidat terbaik yang punya popularitas tinggi, tingkat keterpilihan yang bagus di masyarakat”, tegasnya.

Lebih lanjut, politisi asal Jembrana ini menyatakan, sebelum pertemuan, pihaknya telah berkomunikasi dengan DPP Partai Demokrat. Tujuannya untuk meminta restu dan arahan. Ia mengklaim bahwa DPP memberikan keleluasaan kepada partai di daerah untuk menjalin koalisi. "Lima parpol ini sudah komunikasi dengan DPP, silahkan diatur sesuai dengan kondisi di lapangan," akunya.

Apakah pihaknya tidak khawatir dengan dominasi satu parpol dalam koalisi nanti. Mudarta mengaku tidak mengkhawatirkannya apalagi antara Pileg, Pilpres dengan Pilkada merupakan suatu hal yang berbeda. "Kami sangat berpengalaman, kalau hasil Pileg legislatif memang teriris seperti Pilpres, Pilkada kan beda," pungkasnya. (RYN/PDN)