Fleksibel, Disiplin dan Saling Respek
BADUNG – Trend posistif ditanamkan pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro, di setiap laga baik kandang maupun tandang kepada skuadnya. Lantas apa sebenarnya kunci utama Widodo bisa melakukan itu ?
Ya, memang track record Widodo bukan sembarang pelatih dan bukan pelatih kemarin sore. Pelatih yang nota bene mantan striker langganan timnas di eranya itu, berangkat menjadi asisten pelatih timnas. Dari sanalah karirnya menanjak, sampai akhirnya menjadi arsitek Persegres Gresik dan terakhir Sriwijaya FC dan akhirnya berlabuh di pasukan ‘Serdadu Tridatu’.
Widodo mampu turut mendongkrak performa timnya itu ternyata hanya bermodal fleksibel, disiplin dan saling respek antara semua pihak terakit di tim. Mulai pemain, asisten pelatih, pelatih kepala sampai manajer.
“Saya menganggap semuanya yang terkait dengan tim adalah saudara. Saya sendiri fleksibel dalam arti ada saatnya dengan mereka sebagai saudara dan bergurau bersama, tapi ada kalanya harus serius di kondisi dan situasi harus serius. Paling utama kami saling respek terutama saling menghargai,” tutur Widodo, Sabtu (3/6).
Tak kalah pentingnya yakni kedisiplinan harus tetap dijaga, baik saat di dalam maupun di luar lapangan. Dengan semua kedisiplinan itu, diutarakan Widodo, maka sudah merupakan modal besar bagi pemain dan tim itu sendiri.
“Saya sangat senang dengan tim ini. Para pemain, dan tim pelatih sangat menghargai sebuah kerja keras di setiap latihan atau di saat laga. Kondisi dan situasi itulah yang akhrinya merekatkan sebuah performa yang solid. Semua itu pantas dihargai semuanya,” tandas Widodo.
Ya Widodo memang layak dengan semua itu sukses mendongkrak performa tim. Bahkan pelatih kepala Perseru Serui, Yusak Sutanto tak malu-malu untuk mengakui jika Widodo merupakan pelatih yang bagus. “Widodo memiliki taktik dan strategi yang patut diacungi jempol,” demikian Yusak. (AR)