Jelang New Normal Komisi II DPRD Bali Pantau Kesiapan ITDC
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Wacana untuk membuka kembali sektor pariwisata di Bali dalam waktu dekat ini tampaknya harus ditunda untuk sementara waktu. Hal ini ditegaskan oleh Pemprov Bali, termasuk prakondisi Tatanan Kehidupan Era Baru yang sudah dirancang dan dibahas dalam Rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 jelang akhir minggu lalu.
Meski begitu, pada sisi perencanaan utamanya untuk wisman mancanegara akan dibuka bulan September 2020 mendatang. Asalkan perkembangan penyebaran Covid-19 dirasa sudah aman dan terkendali. Dengan demikian, ada dua kemungkinan yakni akan dibuka sesuai jadwal yang direncanakan atau diundur sampai penyebaran Covid-19 dipandang benar-benar sudah terkendali.
Menyikapi hal itu, Komisi II DPRD Bali melakukan pengecekan terhadap kesiapan kawasan dari sisi penerapan Protokol Kesehatan dan Pencegahan Covid-19. Pengecekan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II IGK Kresna Budi bersama Wakil Ketua DPRD Bali Tjokorda Gde Asmara Putra Sukawati. Namun, dalam hal ini Tjok Sukawati menjadi pengarah.
Usai mengecek kesiapan, Kresna Budi menyatakan, apa yang dilakukan pihaknya merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan ITDC dalam menyambut Tatanan Kehidupan Era Baru. Termasuk yang paling penting adalah kesiapan kawasan itu dalam menerapkan program Clean, Health, Safety (CHS) atau bersih, sehat, dan aman dalam menghidupkan kembali sektor pariwisata.
“Secara umum, hasil pantauan kami, kawasan itu memang sudah siap menerapkan konsep CHS,” jelasnya, Senin (22/06).
Apabila nantinya pariwisata Bali resmi dibuka, diharapkan ITDC yang memiliki fasilitas lengkap bisa menjadi “rujukan” wisatawan dalam kondisi Pandemi Covid-19. Dari segi protokol kesehatan, begitu masuk areal kawasan, pemeriksaan sudah dilakukan dengan merujuk pada Protokol Kesehatan dan Pencegahan Covid-19. Di antaranya yang penting adalah pemeriksaan suhu tubuh. Dan ini juga berlaku di pintu masuk dan lobi hotel.
“Itu sebabnya kami pandang secara umum kawasan itu memang sudah siap. Kami berharap Nusa Dua ini yang bisa jadi pioner di saat pariwisata Bali dihidupkan kembali,” akunya.
Begitu juga dengan hasil pengecekan yang pihaknya lakukan, nantinya akan disampaikan kepada Gubernur Bali Wayan Koster. Komisi II menyarankan, pembukaan pariwisata di Bali tetap harus dilakukan secara selektif. Selain itu, prioritas penerapan Protokol Kesehatan dan Pencegahan Covid-19. Untuk menghindari risiko penyebaran yang baru.
“Antara kesehatan dan ekonomi sama-sama penting. Ekonomi juga harus jalan. Di Nusa Dua itu, paling tidak ada sepuluh ribu tenaga kerja yang bekerja di sana. Jadi kami sependapat bila nantinya pariwisata dibuka kembali, Nusa Dua yang lebih dulu. Memang harus ada langkah awal untuk menghidupkan kembali pariwisata. Semua ada tahapannya. Dan memang harus selektif dengan melihat situasi (perkembangan Covid-19) di lapangan,” tutup dia. (RYN/PDN)