Tunggu Pariwisata, Masyarakat Nusa Penida Budidaya Rumput Laut
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Pandemi Covid-19 berdampak pada kehidupan masyarakat saat ini. Banyak masyarakat yang kehilangan mata pencahariannya, dan merasa berat untuk bertahan hidup. Namun, belakangan masyarakat mulai berinisiatif dengan bertani.
Seperti yang dilakukan oleh masyarakat Klungkung utamanya di Nusa Penida. Yakni dengan menekuni budidaya rumput laut dan berkebun mangga. Selama ini, hasil dari budidaya rumput laut dan kebun mangga mampu menjadi produk unggulan di wilayah tersebut selain menjadi nelayan. Ini dilakukan sembari dibukanya pariwisata di Nusa Penida.
Seperti yang disampaikan oleh Anggota DPRD Bali Dapil Klungkung Tjokorda Gde Agung saat ditemui di DPRD Bali. Tjok Agung menjelaskan, meningkatnya penularan virus Corona yang didominasi oleh transmisi lokal terus meningkat. Sementara Bali yang mengandalkan pendapatan dari sektor pariwisata belum ada keberanian dan kepastian kapan akan dibuka. Seperti halnya di Kabupaten Klungkung tepatnya di Nusa Penida. Saat ini kunjungan wisatawan masih nihil dan Bupati Klungkung juga belum berani untuk membuka pariwisata di Nusa Penida dan masyarakat tertular Covid-19 terus meningkat.
“Kita di Komisi II juga sebenarnya ingin berkunjung ke Nusa Penida tetapi kunjungan Komisi II mendahulukan ke ITDC Nusa Dua terkait kesiapan ITDC menerima kunjungan wisata dengan protokol kesehatan, " katanya, Jumat (26/06).
Kata dia, masyarakat Nusa Penida selama ini kunjungan wisata menjadi andalan pendapatan masyarakatnya selain nelayan. Namun saat ini Nusa Penida sepi dari kunjungan karena sejak pandemi Covid-19 sudah dihentikan kunjungan wisatawan asing. Sampai saat ini belum berani menerima kunjungan wisatawan asing apalagi penerbangan dari negara luar ke Bali juga jarang. Sebab negara-negara yang selama ini sebagai penyuplai wisatawan ke Bali juga melarang warganya berwisata. "Untuk tetap bisa bertahan masyarakat Nusa Penida harus tetap kembangkan budidaya rumput laut dan berkebun," pintanya.
Nusa Penida budi daya rumput sangat menjanjikan karena daerahnya dikelilingi oleh laut dan hasil rumput laut Nusa Penida kualitas eksport. Permintaaan akan rumput laut masih cukup banyak sehingga budidaya ini bisa dimanfaatkan menghadapi Covid-19. Sementara perkebunan mangga disejumlah daerah Nusa Penida juga sangat memungkinkan untuk ikut dikembangkan dan hasilnya bisa mendongkrak pendapatan petani selian sebagai nelayan.
Tjok Agung berharap ketika Nusa Penidasudah dibuka untuk kedatangan wisatawan, tidak mungkin langsung menerima kunjungan wisatawan asing. Sebab sejumlah negara seperti Singapura masuh menutup kunjungan dan mereka tidak menerima masyarakat yang datang dan keluar dari Singapura. Demikian juga dengan negara-negara Asia dan eropa lainnya. "Kalaupun kunjungan wisata dibuka di Nusa Penida, kita awali dari kunjungan wisatawan lokal Bali,” tutup mantan mantan Wakil Bupati Klungkung ini. (RYN/PDN)