KONI Bali Mediasi Kisruh Pengkot TI Denpasar
DENPASAR - Bola panas penyelesaian kisruh Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Denpasar, kini ada di Pengprov TI Bali yang dikomandani AA. Lan Ananda sesuai kesepakatan dua kubu yang bertikai saat dimediasi KONI Bali, Senin (5/6).
Mediasi dipimpin langsung Ketua Bidang Hukum dan Etika KONI Bali, Fredrik Billy, didampingi Yamadiputra (Binpres KONI Bali). Sementara KONI Denpasar hadir Nyoman Mardika (Wakil Ketua Umum), Made Darmiasa (Sekretaris), sementara TI Bali dihadiri langsung Lan Ananda sendiri. 'Sedikitnya, ada lima item penting dihasilkan dalam pertemuan tadi,' jelas Billy.
Pertama, kata Billy, semua stake holder, baik KONI Bali, KONI Denpasar, Pengprov TI Bali dan Pengkot TI Denpasar mempunya visi sama agar TI Denpasar bisa bertanding pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar, September mendatang. Kedua; pihak yang bersengketa bersepakat mandat diserahkan kepada TI Bali untuk berbicara kepada kedua kubu bersengketa , berkaitan dengan atlet yang ikut Porprov.
Ketiga; Pengprov TI Bali diberikan waktu satu minggu untuk menyelesaikan, terutama dalam menentukan atletnya TI Denpasar yang ikut Porprov, lanjut menyerahkannya ke KONI Denpasar untuk ditindaklanjuti. Keempat; Muskot TI Denpasar akan dilakukan usai Porprov Bali XIII. 'Terakhir (kelima), masalah sengketa di pengadilan saat ini, akan diselesaikan para pihak, sehingga sama sekali tak dibicarakan dalam pertemuan tadi (kemarin-red),' beber Billy.
Dikonfirmasi terpisah, Lan Ananda membenarkan TI Bali mendapat mandat untuk menuntaskan masalah yang menimpa TI Denpasar. Pihaknya sesegera mungkin akan memanggil pihak yang bertikai, kubu Komarudin Bakori dan kubu AA. Suryawan. 'Ya, sesegera mungkinlah. Saya rencanakan usai Porjar Bali, nanti saya beri informasi kepastiannya. Pastinya, pertemuan akan kami gelar di Sekretariat TI Bali, jalan Gatot Subroto Denpasar,' tegas pria yang akrab disapa Gung Lan ini.
Dugubungi via ponsel, Wakil Ketua Umum KONI Denpasar, Nyoman Mardika mengaku sudah clear pasca mediaasi kemarin. Menurutnya, kini KONI Denpasar tinggal menunggu hasil Pengprov TI Bali yang diberi mandat memediasi dua kepengurusan TI Denpasar, baik kepengurusan lama maupun kepengurusan yang baru. 'Soal persoalan hukum dikesampingkan karena semua berpikir supaya atlet TI Denpasar bisa bertanding di Porprov Gianyar,' pungkas Mardika. (KP-GG)