Podiumnews.com / Aktual / Politik

Didatangi Orang Tua Siswa, DPRD Bali Komit Bantu Fasilitasi Siswa Tercecer

Oleh Podiumnews • 10 Juli 2020 • 22:50:35 WITA

Didatangi Orang Tua Siswa, DPRD Bali Komit Bantu Fasilitasi Siswa Tercecer
Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama didampingi Ketua Komisi IV DPRD Bali I Gusti Putu Budiarta saat menerima Orang tua calon siswa SMK/SMA di Ruang Rapat Gabungan DPRD Bali, Jumat (10/7). (Foto: Istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Orang tua calon siswa SMK/SMA kembali mendatangi DPRD Bali. Kedatangan mereka untuk memohon bantuan agar difasilitasi oleh DPRD Bali untuk masuk ke Sekolah Negeri.

Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama didampingi Ketua Komisi IV DPRD Bali I Gusti Putu Budiarta saat menerima di Ruang Rapat Gabungan DPRD Bali, Jumat (10/07) menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi calon siswa SMA/SMK yang tercecer.

Adi Wiryatama mengaku telah menghubungi Gubernur Bali Wayan Koster terkait PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Ia menyatakan bahwa sejatinya saat ini telah ditambah dua rombongan belajar (rombel). Tambahan tersebut terbukti mampu menampung siswa yang tercecer pada tahun lalu.

Kendati demikian, untuk tahun ini tampaknya hal itu belum bisa mengatasi masalah untuk tahun ini. Pasalnya, banyak orang tua siswa yang menginginkan untuk menyekolahkan anaknya ke Sekolah Negeri. Ini tak lepas dari kondisi ditengah Pandemi Covid-19. Disamping itu, sekolah swasta tergolong cukup mahal.

Mantan Bupati Tabanan dua periode ini menceritakam bahwa Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan kesediaannya untuk menyelesaikan keberadaan calon siswa yang masih tercecer dan belum mendapatkan sekolah.

Beberapa solusi yang diberikan oleh DPRD Bali antara lain penambahan kelas, penambahan dana, dan kelas sore bila memungkinkan. "Kalau kekurangan dana kita support dari DPRD sehingga anak-anak kita bisa tertampung," ujarnya.

Meski begitu, pihaknya menghimbau kepada orang tua yang anaknya telah tertampung disekolah lain khususnya swasta tak menarik diri. Agar tak menimbulkan masalah baru. "Dulu kan pernah sekolah swasta datang rame-rame ke sini tak dapat murid dan lain sebagainya. Jangan sampai ada masalah. Intinya anak-anak yang tercecer pasti akan dapat sekolah," tandasnya.

Lebih lanjut, DPRD Bali hingga saat ini belum memiliki data yang akurat berjumlah siswa di Bali yang tercecer. Sehingga, ia menghimbau kepada orang tua siswa untuk melapor ke Sekretariat Dewan (Sekwan) Provinsi Bali. (RYN/PDN)