Adhi Ardhana Dukung Gubernur Jadikan Bali Pusat Kegiatan Ekspor
DENPASAR, PODIUMEWS.com - Penyampaian Gubernur Bali Wayan Koster dengan agenda Jawaban Atas Pandangan Umum (PU) Fraksi DPRD Bali pada Sidang Paripurna DPRD Bali, belum lama in, menyebutkan ada sejumlah potensi yang bisa menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Bali. Salah satunya yakni rancangan Bali sebagai hub atau pusat kegiatan ekspor berbagai produk local, baik dari Bali maupun luar Bali.
Diketahui, proyeksi pusat kegiatan ekspor impor di Bali bisa menjadi lahan baru disamping yang sudah ada saat ini. Selain dari sektor pariwisata, pendapatan Bali selama ini bertumpu pada Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Apa yang disampaikan oleh Gubernur Bali tersebut mendapat dukungan dari anggota Komisi II DPRD Bali Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana. Ia berharap potensi tersebut bisa segera direalisasikan secepatnya. Mengingat, hal tersebut bisa berdampak positif bagi perekonomian Bali saat ini.
“Ini penting untuk digerakan secepatnya. Paling tidak, kita mau tidak mau mengundang orang atau mengirimkan barang. Sehingga perekonomian di Bali secara kedaerahan akan berputar. Itu yang pertama,” katanya, Rabu (15/07).
Di samping itu, Bali yang selama ini bertumpu pada sector pariwisata tentunya memiliki produk local. Hanya saja seperti showroom atau etalase belaka. Baik untuk sektor pariwisata maupun penjualan produk-produk lokal. Baik itu pangan atau kerajinan.
“Saya juga membayangkan pemikiran pak Wakil Gubernur kemarin soal work from Bali. Kalau ini digabungkan, akan sangat menarik. Ini akan sangat mendukung kegiatan pariwisata sebagai sebuah segmen pasar yang baru,” akunya.
Menurutnya, apabila Bali yang sudah tersohor dan mendunia, tentunya menjadi modal besar untuk mewujudkan gagasan dari Gubernur Bali tersebut. Dengan demikian, nama Bali akan menjadi sebuah Brand dunia.
“Ini menarik untuk didorong, diformulasikan, dan dilaksanakan sebaik-baiknya. Kasarnya, jadi WTC (word trade center). Atau, WTC di dunia maya misalnya. Bentuknya nanti market place dengan brand Bali. Dari brand itulah Bali memperoleh pendapatan,” tandasnya.
Kendati sependapat dengan gagasan mengenai hub atau pusat kegiatan ekspor, Adhi Ardhana menyampaikan pandangan yang berbeda terkait dengan kondisi sumber utama PAD Bali saat ini. Yakni PKB dan BBNKB. Bila Gubernur Koster menyebutkan bahwa menggali pendapatan dari PKB dan BBNKB sudah mentok, Adhi Ardhana justru lain. “Mentok iya. Kecuali ekonomi berputar dengan baik,” ujarnya.
Jika perekonomian Bali berputra dengan baik, maka prinsip ekonomi akan ikut berjalan juga. “Misalnya saja, sekarang ini banyak yang pakai jasa ojek online. Agar orang mau menggunakan jasanya, tentu mereka akan berpikir memperbarui kendaraannya. Selain itu, dealer (kendaraan) juga pasti akan tetap berjualan,” kata dia mengibaratkan.
Itu sebabnya, dia berbeda pandangan dalam melihat potensi PKB dan BBNKB yang selama ini menjadi sumber utama PAD Bali. Bahkan, bila dikaitkan dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, potensi pendapatan dari dua sumber tersebut memang sangat kecil. (RYN/PDN)