Dewan Bali Perjuangkan Anggaran Pertanian Lima Persen
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Kecilnya alokasi anggaran untuk sektor pertanian di Bali menjadi sorotan DPRD Bali. Nilainya kurang dari dua persen dari APBD Provinsi Bali. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry saat memimpin Rapat Paripurna Internal di Ruang Rapat Gabungan Lantai III Gedung DPRD Bali, Selasa (21/07).
"Anggaran untuk sektor pertanian kurang dari 2 persen, yaitu 1,8 persen. Jadi sangat kecil kalau kita menjadikan sektor pertanian ini sebagai sebuah sektor yang strategis, sektor yang bisa memberi keberimbangan terhadap struktur ekonomi," jelasnya.
Mengingat potensi pertanian di Bali sangat menjanjikan, pihaknya menginginkan agar anggaran pertanian minimal 5 % dari APBD. Keinginannya tersebut telah tertuang dalam dalam rekomendasi dari Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali tahun 2019.
"Secara bertahap kita inginnya lima persen. Secara bertahap (dulu), tidak bisa digenjot langsung karena kita tahu kemampuan keuangan daerah, apalagi sekarang dalam keadaan Covid-19," tandasnya.
Menurutnya, jumlah lima persen tersebut cukup realistis dengan kondisi APBD saat ini. "Makanya paling tidak kita rekomendasikan paling tidak lima persen dulu. Nanti kalau terobosan-terobosan diversifikasi dan intensifikasi PAD bisa dilaksanakan sudah tentu kita akan dorong melalui Musrenbang," papar dia.
Bukan hanya itu saja, ia mengaku telah berkoordinasi dan komunikasi dengan pihak eksekutif melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Provinsi Bali guna merealisasikan hal itu. Menurutnya, apa yang menjadi keinginannya tersebut sangat disambut baik. (RYN/PDN)