Podiumnews.com / Aktual / Politik

DPRD Bali Usulkan Dinas Pertanian dan Peternakan Kembali Terpisah

Oleh Podiumnews • 24 Juli 2020 • 18:51:08 WITA

DPRD Bali Usulkan Dinas Pertanian dan Peternakan Kembali Terpisah
Ketua Komisi II DPRD Bali Ida Gede Komang Kresna Budi. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Komisi II ingin mengembalikan posisi Dinas Peternakan menjadi satu OPD tersendiri agar lebih maksimal lagi dan fokus pada penanganan hewan.

“Kedepan kami akan usulkan supaya Dinas Pertanian dan Peternakan itu dipisahkan. Karena Dinas Peternakan itu sangat rentan dengan penyakit, jadi harus tersendiri itu,” kata Ketua Komisi II DPRD Bali Ida Gede Komang Kresna Budi , Jumat (24/7).

Menurutnya, sejak Dinas Peternakan dilebur kedalam Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, dinilai kurang maksimal perannya. Ia tidak memungkiri jika penggabungan tersebut merupakan upaya untuk restrukturisasi.

“Ok lah rencana awal digabungkan, kan sudah. Ternyata dalam perjalanan waktu, harus dijaga. Apalagi penyakit hewan itu penanganannya harus lebih menukik,” paparnya.

Ia menceritakan saat pihaknya telah melakukan pemantauan di lapangan, penanganan disektor peternakan menjadi hal yang urgent. Seperti kasus banyaknya Babi yang mati beberapa bulan lalu. Setidaknya ada sekitar 3000 ekor lebih yang mati diakibatkan ASF.

“Perlu ada penanganan khusus, kalau tidak peternak akan mengalami kerugian yang sangat besar. Itu harus dikembalikan,” akunya.

Kresna Budi juga mengaku bahwa pengembalian Dinas Peternakan menjadi OPD tersendiri telah disampaikan kepada Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra. Disebutkan jika pihak eksekutif telah menyetujui usulan tersebut.

“Kita sudah ngomong sama Pak Sekda, dan oke,” tandas Plt. Ketua DPD II Partai Golkar Buleleng ini. Diharapkan, pemisahan Dinas Peternakan bisa dilakukan pada tahun depan.

Terakhir, sejak adanya Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada sektor pariwisata. Sehingga perlu ada alternatif lain di Bali yang bisa dikembangkan. Salah satunya peternakan.

“Yang tidak terdampak itu pertanian dan peternakan, tapi (hanya) terkena dampak penyakit,” pungkasnya. (RYN/PDN)