Podiumnews.com / Aktual / News

ABG Korban Pemerkosaan Pamannya, Depresi Dirawat di RSJ Bangli

Oleh Podiumnews • 22 Maret 2018 • 16:31:24 WITA

ABG Korban Pemerkosaan Pamannya, Depresi Dirawat di RSJ Bangli
Forum Advokat Buleleng Peduli Perlindungan Anak mendatangi Mapolres Buleleng

BULELENG, PODIUMNEWS.com - Tragis harus dialami siswi kelas 2 SMP di yang tinggal di kawasan Desa Banjar, Buleleng, ABG 14 tahun ini alami pemerkosaan yang dilakukan oleh pamannya sendiri.

Lebih miris lagi gadis yang diperkosa oleh pamannya IBKS alias IG yang sudah bandotan 65 tahun ini kini harus dirawat di RSJ Bangli lantaran alami depresi berat.

Dari informasi, korban sudah beberapa kali disetubuhi oleh IG. Bukan itu saja, Bunga pun diancam dibunuh oleh IG jika mengadukan perlakuan bejat lelaki itu.

Bahkan bukan hanya diancam, korban yang yatim piatu ini juga mendapatkan kekerasan fisik dari pria bejat tersebut.

Puncaknya, Jumat (9/3) sekitar pukul 02.00 wita, korban dilarikan ke RSUD Buleleng akibat depresi yang dialami, atas ulah bejat pria tersebut.

Sejak saat itu, korban hanya berteriak histeris dan tidak mau makan. Kabarnya, kini dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli karena mengalami depresi berat.

Kasus inipun, akhirnya resmi dilaporkan ke Mapolres Buleleng, pada Jumat (17/3). Namun dalam penanganannya, polisi masih terkesan lamban dalam melakukan proses penyelidikan dan penyidikan.

"Kemarin sore adik saya dibawa ke RSJ Bangli. Dia depresi. Sekarang pelaku justru masih berkeliaran di rumah, belum ditangkap padahal saya sudah laporkan," ujar Ida Kadek Ardika, kakak tiri korban, ditemui di Mapolres Buleleng.

Kondisi ini membuat puluhan advokat di Buleleng, tergabung dalam Forum Advokat Buleleng Peduli Perlindungan Anak "ngelurug" Mapolres Buleleng, pada Kamis (22/3).

Bahkan, 2 pengacara kondang di Buleleng yakni, Kadek Doni Riana selaku Sekretaris Peradi Buleleng dan Gede Harja Astawa selaku Ketua Peradi Buleleng, mengawal langsung penangangan kasus tersebut dan juga mengantarkan keluarga korban untuk melaporkan secara resmi kasus asusila itu.

"Kami mendorong kasus ini agar segera bisa dituntaskan. Dab kami mendampingi keluarga melaporkan kasus ini ke Polres Buleleng," kata Doni.

Sementara Ketua Peradi Buleleng, Harja Astawa mengaku, akan mengawal kasus ini.

"Aneh, ada kasus yang sudah dilakukan penanganan, orang pacaran sama-sama dibawah umur, suka sama suka diproses. Kenapa ini tidak. Pelaku ada indikasi pamannya yang notabene harus melindungi, mengayomi, ini yang harus kami pertanyakan dan kita kawal," jelas Harja.

Dari informasi yang diterima, kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur di Desa Banjar, diduga dilakukan oleh pamannya sendiri berawal dilakukan di kamar mandi.

Bahkan diduga korban berkali-kali disetubui oleh pelaku, akibatnya, korban mengalami ketakutan hingga depresi berat. Sialnya justru ternyata kasus ini sudah sempat disikapi aparat desa setempat, melalui pertemuan di Kantor Kepala Desa. Dalam pertemuan itu, pelaku mengakui perbuatannya.

Ketua Komnas Anak Pokja Bali, Ida Ayu Alit Rahmadewi mengaku, akan terus mengawal proses hukum kasus ini. Meski begitu, dari Komnas Anak akan lebih fokus pada pemulihan psikis korban, yang kini dirawat di RSJ Bangli akibat depresi yang berat.

"Kondisi psikis korban, saya bisa katakan depresi memprihatinkan. Kami fokus pada pemulihan psikis korban lebih dahulu karena korban ada di RSJ Bangli," aku Ida Ayu Rahmadewi. (WDP/PDN)

Podiumnews
Journalist

Podiumnews