Podiumnews.com / Aktual / News

Buleleng Dikepung Banjir, Seorang Tewas Tersambar Petir

Oleh Podiumnews • 23 Maret 2018 • 00:07:50 WITA

Buleleng Dikepung Banjir, Seorang Tewas Tersambar Petir
Hujan deras melanda "Gumi Panji Sakti" Buleleng, Kamis (22/3/2018).

BULELENG, PODIUMNEWS.com - Hujan deras dan badai petir melanda "Gumi Panji Sakti" Buleleng, Kamis (22/3/2018). Bencana banjir mulai dirasakan dibeberapa wilayah sejak pukul 15.30 wita hingga malam.

Bencana banjir dan pohon tumbang hampir merata terjadi di beberapa wilayah yang memang menjadi langganan banjir.

Informasinya banjir terjadi di beberapa titik di wilayah Kota Singaraja yang memang langganan banjir. Seperti, di Jalan Srikandi Desa Sambangan, Jalan Laksamana Desa Baktiseraga, jalan Serma Karma Desa Panji, Jalan Ahmad Yani Barat sampai perempatan Pantai Penimbangan-Desa Panji.

Kemudian, di wilayah Kelurahan Banyuning, jalan Jalak Putih Kelurahan Banyuasri jalan Pulau Sugara Kelurahan Kampung Baru, wilayah Kelurahan Kaliuntu, wilayah Kelurahan Kampung Anyar, termasuk di Desa Anturan, dan beberapa titik wilayah lainnya. Banjir yang terjadi, merendam beberapa rumah warga dan jalan raya.

"Airnya besar sekali, sampai selutut orang dewasa. Banyak juga kendaraan yang mati karena coba nerobos banjir," ucap Mega, warga Jalan Merak Singaraja, yang wilayahnya terendam banjir.

Sementara menurut penuturan salah seorang warga Desa Anturan, Gede Sumberta. Banjir terjadi sejak pukul 17.30 wita. Menurut dia, air meluap dari saluran drainase yang tidak cukup menampung volume air yang besar.

"Banjirnya setinggi lutut orang dewasa. Rumah saya saja sampai terendam banjir," ujar Sumberta.

Bukan hanya merendam rumahnya saja, beberapa rumah warga lainnya juga ikut terendam banjir. Bahkan, sejumlah barang miliknya nyaris hanyut terbawa banjir.

Selain terjadi bencana banjir di beberapa wilayah, ternyata hujan deras yang disertai dengan petir ini menelan korban jiwa.

Jro Mangku Putu Laba warga Dusun Yeh Anakan, Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, Buleleng, tewas tersambar petir saat hujan turun deras.

Korban ditemukan tewas di subak Yeh Anakan desa setempat. Selain Jro Laba, Made Wisna warga Desa Kalibukbuk dikabarkan juga tewas tersambar petir.

Korban Jro Laba awalnya dilarikan ke Rumah Sakit Santi Graha Seririt untuk segera mendapatkan perawatan medis, akibat korban menderita luka parah.

Namun sayang, korban yang juga sebagai jro mangku Pura Segara Yeh Anakan ini, dinyatakan tewas;akibat luka bakar yang diderita usai tersambar petir.

"Jadi kronologisnya, korban pertama diketahui tergeletak oleh anaknya sendiri bernama Gede Mas Pariawan. Awalnya, anaknya mencari orang tuanya yang tidak pulang setelah hujan, yang saat itu orang tuanya sedang ngusir burung di sawah."

"Saat dicari, korban dilihat sudah tergeletak di ranggon sawah, dengan kondisi baju dan badan korban sudah terkelupas seperti usai terbakar," ungkap Kasubag Humas Polres Buleleng, AKP. Nyoman Suartika.

Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, sudah menurunkan tim untuk mengevakuasi sekaligus memantau situasi.

BPBD pun masih melakukan pendataan terkait dengan jumlah kerugian materiil akibat bencana banjir yang diakibatkan oleh hujan dengan intensitas tinggi disertai dengan angin kencang dan petir, yang melanda wilayah Kabupaten Buleleng. (WDP/PDN)

Podiumnews
Journalist

Podiumnews