Podiumnews.com / Aktual / Politik

Komisi IV DPRD Bali Usulkan Pembelajaran Tatap Muka Kembali Digelar

Oleh Podiumnews • 29 Juli 2020 • 20:15:48 WITA

Komisi IV DPRD Bali Usulkan Pembelajaran Tatap Muka Kembali Digelar
Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama (kiri) dan Ketua Komisi IV DPRD Bali I Gusti Putu Budiarta (kanan). (Foto: Istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Komisi IV DPRD Bali yang membidangi pendidikan mengusulkan agar sekolah kembali menggelar tatap muka. Hanya saja, tatap muka tidak dilangsungkan secara keseluruhan yakni dibagi menjadi dua kelompok dalam satu kelas.

"Sekarang yang diterapkan kan full online. Nah paling tidak, mungkin bisa dilakukan dibagi dua tahap. Kalau bisa dia langsung tatap mula setengah, besoknya setengah," ujar Ketua Komisi IV DPRD Bali I Gusti Putu Budiarta, Rabu (29/7).

Dengan sistem belajar tersebut, para siswa akan bergiliran melakukan pembelajaran secara tatap muka. Kelompok pertama akan tatap muka, dan kelompok kedua secara virtual. Namun, tetap harus menerapkan protokol kesehatan.

"Tetapi dibagi dua kelasnya. Mungkin dibagi perharinya setengah-setengah. Jadinya kan ada physical distancing di sana," akunya.

Gusti Budiarta berharap, dengan adanya pembelajaran tatap muka, para siswa bisa semakin banyak berdiskusi dengan guru dan lebih memahami dengan materi yang diajarkan di sekolah. Berbeda dengan virtual yang tidak ada sistem tanya jawab.

"Kalau virtual seperti itu sepertinya tidak ada tanya jawab. Mereka jadinya kurang paham dengan materi yang diajarkan," tandasnya.

Sejak adanya Pandemi Covid-19, sistem pembelajaran para siswa beralih ke Daring (jaringan) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hanya saja, sistem tersebut mendapat keluhan dari orang tua siswa. Pasalnya, orang tua siswa merasa tidak efektif dengan sistem pembelajaran secara virtual.

Menurutnya, Bali saat ini telah menerapkan Tatanan Kehidupan Era Baru atau yang lebih dikenal dengan New Normal. Sehingga, sistem pembelajaran melalui metode tatap muka langsung seharusnya juga bisa diterapkan. Meski demikian, tidak serta merta dilakukan secara penuh.

"Seperti itu harapan kita kepada Kadis (Pendidikan) supaya diperhatikan hal-hal seperti itu. Mulai sekarang diperhatikan, apalagi kita akan segera membuka pariwisata di era new normal. Tetapi harap juga pelan-pelan, jangan full langsung. Pelan-pelan dan bertahap," harapnya.

Komisi IV DPRD Bali juga mengakui jika selama ini banyak keluhan dari masyarakat terkait system belajar secara Daring yang dijalankan selama ini. Pasalnya, orang tua siswa merasa kurang maksimal dalam proses belajar mengajar.  Situasi itu membuat anak mereka tidak paham ketika mendapatkan materi yang diajarkan oleh guru.

Di sisi lain orang tua juga mempunyai keterbatasan waktu dalam mendampingi anaknya belajar melalui virtual karena harus bekerja. Maka dari itu, perlu ada revisi terkait kebijakan dalam hal pembelajaran kepada siswa saat ini.

"Supaya diusulkan kepada pusat agar bisa merevisi paling tidak keinginan di daerah itu seperti ini," pungkasnya. (RYN/PDN)