Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Komunitas Pemuda Milenial Dukung Pariwisata Bali Era Baru

Oleh Podiumnews • 02 Agustus 2020 • 18:58:52 WITA

Komunitas Pemuda Milenial Dukung Pariwisata Bali Era Baru
KPMB gelar aksi sosial giat bersih lingkungan untuk menyambut pariwisata dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB) Renon, Denpasar pada Minggu (2/8).

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Komunitas Pemuda Milineal Bali (KPMB) mengelar aksi sosial giat bersih lingkungan untuk menyambut pariwisata dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB) Renon, Denpasar pada Minggu (2/8).

Tampak hadir dalam acara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Putu Astawa, Kelompok Ahli Gubernur Bali Ketut Jaman, pengusaha oleh-oleh Bali Ajik Krisna, Asita Bali serta undangan lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Putu Astawa yang mewakili Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, pelonggaran terhadap masyarakat Bali dilakukan secara bertahap. Karena melihat yang terjadi di luar negeri. Di mana saat dibuka, terjadi gelombang kedua.

"Untuk itu bapak gubernur melakukan secara bertahap, mulai 9 Juli lalu untuk pariwisata lokal yang kemudian dilanjutakan tahap kedua  pada 31 Juli kemarin untuk wisatawan domestik dan tahap ke tiga yang direncanakan bulan September mendatang," ujarnya.

Menurutnya, adanya komunitas dari gemerasi milenial ini, maka pariwisata Bali diharapkan segera pulih. "Di sinilah peran pemuda untuk mendukung parwisata Bali. Mudah-mudahan acara ini membawa pengaruh besar terhadap perkembangan pariwisata Bali," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua KPMB, I Putu Putra Jaya Wardana mengatakan, KPMB adalah komunitas yang ingin mengembangkan Bali. Ada 10 bidang yang ada dalam komunitas ini. "Semoga ke depannya perekonomian Bali pulih, khususnya dibidang pariwisata," singkatnya.

Sementara Ketut Jamana mengatakan bahwa tantangan di tengah pandemi ini sangat berdampak luas. Khususnya terkait new normal yang diartikan beda, sehingga diputuskan oleh pemerintah mencari diksi atau istilah umum, yakni adaptasi baru.

"Dunia pariwisata pasang surut seperti laut. Di mana saat ini pariwisata yang sangat surut. Namun saya yakin pariwisata tidak akan pernah mati. Karena kita saja bosan berdiam diri di rumah, dan pingin keluar rumah," tuturnya. (BAS/PDN)