DPRD Bali Apresiasi Kesiapan KPU Jelang Pilkada Serentak 2020
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - KPU Provinsi Bali menggelar audiensi dengan DPRD Bali. Audiensi yang berlangsung mulai Pukul 10.00 wita itu dihadiri oleh Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Gede Agung Lidartawan bersama staff KPU Provinsi Bali.
Hadir juga Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry, Ketua Komisi I DPRD Bali Nyoman Adnyana beserta anggota Made Suparta, Wayan Gunawan, Made Rai Warsa, Anak Agung Gede Agung Wira Mantara.
KPU Provinsi Bali menyampaikan tahapan hingga kesiapan jelang pelaksanaan Pilkada serentak yang akan berlangsung di enam kabupaten/kota di Bali. Salah satu yang menjadi sorotan terkait kampanye dan pencoblosan.
Mengenai kampanye, KPU lebih menekankan pada kampanye yang bersifat tidak mengumpulkan massa. Hal ini sesuai dengan anjuran pemerintah terkait protokol kesehatan. Mengenai TPS sendiri, KPU gencar mensosialisasikan `Bebas Covid-19`.
“Saya sedang gencar mengkampanyekan TPS Bebas Covid-19," ujar Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan saat audiensi dengan DPRD Bali, Senin (3/8).
Dalam hal ini, ada beberapa hal baru yang diterapkan oleh KPU saat pencoblosan. Misalnya saja, petugas dan pemilik hak suara semuanya harus sehat, dimana Petugas KPPS akan dilakukan Rapid, Disinfektan setiap TPS (Tempat Pemungutan Suara), penggunaan Thermogun sebelum masuk TPS, pengurangan jumlah pemilih dimasing-masing TPS dari 800 pemilih menjadi 500 pemilih.
Bukan itu saja, pihaknya juga mengucapkan rasa terima kasih terhadap alokasi anggaran dalam hal renovasi Gedung KPU Provinsi Bali. “Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada pimpinan (pemerintah) yang telah menganggarkan renovasi Gedung KPU Provinsi Bali. Kalau tahun anggaran ini masih ada, mohon diprioritaskan,” tukasnya.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry menyatakan, dari apa yang disampaikan oleh KPU Provinsi Bali dinilai, penyelanggara telah siap menggelar Pilkada serentak 2020, termasuk dalam protocol kesehatan. “Menurut kami itu suatu hal yang sangat prinsip,” tambahnya.
Menurutnya, selain tingkat partisipasi pemilih yang tinggi, keberhasilan Pilkada juga didasarkan pada pelaksaan yang bersih dan jujur tanpa adanya kecurangan. “Kami hanya tingga memonitor pelaksanaannya saja,” tutup dia. (RYN/PDN)