Podiumnews.com / Aktual / News

Kematian TN Tinggalkan Duka Mendalam Bagi Keluarga

Oleh Podiumnews • 01 September 2020 • 21:37:04 WITA

Kematian TN Tinggalkan Duka Mendalam Bagi Keluarga
Suasana rumah duka TN di Denpasar. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Kepergian mantan Kepala Badan Pertahanan Nasional (BPN) Denpasar Tri Nugraha tak hanya menyisahkan duka yang mendalam bagi istri dan anak-anaknya, tetapi juga organisasi FKPPI Bali yang dipimpinnya selama 3 tahun terakhir ini.

Sekitar pukul 13.00 Wita jenazah Tri Nugraha di sholatkan di Masjid dekat rumahnya. Setelah itu jenazah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Terpancar duka mendalam dari raut wajah sang istri. Ia duduk di sebelah jasad suaminya sembari memanjatkan doa dan sesekali menunduk sambil membasuh air matanya menggunakan tangan.

Kerabat dan sanak saudara terlihat keluar masuk di rumah berpagar cokelat itu sejak pagi hingga malam kemarin, Selasa (1/9). Mereka datang silih berganti mengucapkan bela sungkawa untuk istri, anak dan keluarga yang ditinggal almarhum.

Sementara terlihat di ruangan tamu terdapat meja dihiasi bingkai foto keluarga berukuran jumbo hingga yang kecil. Juga terdapat sejumlah foto tempoe duloe almarhum sedang foto bersama istri dan dua anak.

Sejumlah orang yang datang melayat dipersilahkan masuk ke ruangan tengah (ruangan keluarga) dimana ditempatkan peti jenasah almarhum. Para pelayat diberi kesempatan masuk lalu sembahyang di ruang tengah yang terdapat jasad Tri Nugraha yang sudah di baringkan dalam peti yang tertutup.

Sementara sang istri tampak mengenakan pakaian serba hitam pertanda mengalami duka mendalam. Namun sang istri ini tidak bisa diwawancara. Ia duduk didepan peti mendiang suaminya dan menangis.

Di rumah duka, Wakil Ketua Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan (FKPPI) Provinsi Bali Muhammad Ustaf dalam kesempatan ini mengaku sangat kehilangan sosok orang yang sangat baik.

Menurutnya, bukannya intervensi tetapi pihaknya sangat kecewa sekali setelah mendapat informasi terkait adanya senjata api. Pihak FKPPI Bali akan datang dan mempertanyakan peristiwa yang menimpa almarhum yang disebut Kejati sebagai peristiwa bunuh diri.

Muhamad Ustaf mengatakan Tri yang menjabat ketua FKPPI selama 3 periode ini dikenal sangat  bertanggungjawab dalam berorganisasi. Mengenai peristiwa ini, pihaknya sangat prihatin dengan pengamanan yang dilakukan Kejati.

"Kami tidak menuntut, kami cuma mempertanyakan ke Kejati. Itu yang kami akan kejar," kata saat ditemui di rumah duka.

Katanya, pasca kejadian, istri dari Ketua FKPPI Bali ini berada Jakarta bersama anak perempuannya yang baru melahirkan. Mendengar perihal suaminya meninggal, sang istri langsung terbang ke Bali. Karena tidak ada penerbangan malam dari Jakarta - Bali, sehingga ia jalan darat Jakarta ke Semarang.

"Almarhum memiliki dua anak. Cewek tinggal di Jakarta bekerja sebagai pengacara. Yang cowok sementara kuliah di Unud. Nanti jasadnya dikirim ke Bandung, pagi ini (Rabu) lewat cargo pesawat. Disemayamkan di TPU Ciputat (Bandung Kota)," bebernya. (SILPDN)