Ini Hasil Analisa Polisi Terkait Rekaman Kamera CCTV di Kejati Bali
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Dalam pengembangan penyelidikan, Reskrimum Polda Bali telah memeriksa rekaman CCTV di Kantor Kajati Bali terkait tewasnya Tri Nugraha di lantai 2, Senin (31/8/2020) sekitar pukul 19.40 Wita.
Hasil rekaman CCTV tersebut, kata Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol Dodi Rahmwan, terlihat bahwa tas berisi pistol yang dibawa Tri Nugraha masuk ke dalam Kantor Kejati Bali tidak digeledah petugas.
"Dari hasil analisa CCTV dan intergorasi saksi, bahwa tidak dilakukan pemeriksaan penggeledahan orang maupun barang yang merupakan bagian standar dan prosedur," terangnya dalam jumpa pers didampingi Wakajati Bali, Asep Maryono di Mapolda Bali, Rabu (2/9).
Diakui Kombes Dodi, kondisi saat itu menjelang sore. Namun seharusnya pemeriksaan itu tetap dilakukan dan menjadi bagian protokol di Kejati Bali. "Ini nanti akan ditelusuri pihak Kejati Bali," ujarnya.
Perwira melati tiga dipundak itu mengatakan, tidak adanya pemeriksaan barang milik Tri dibenarkan saksi petugas pemeriksaan barang di bagian loker maupun saksi dari penyidik Kejaksaan. Saksi mengaku hanya menyuruh Tri menitipkan barang di loker.
"Dari keterangan saksi memang tidak dilakukan pemeriksaan. Jadi dimungkinkan senjata itu ada pada dirinya. Yang jelas ketika tidak sesuai prosedur, ada unsur kelalaian," ujarnya.
Mantan Direktur Resnarkoba Polda Sulawesi Tengah itu kembali menerangkan, hasil rekaman di CCTV lantai dua ruamg lobby, yang membawa tas milik Tri Nugraha ke lantai 2 dari loker adalah penasehat hukumnya.
Selanjutnya, setelah memberikan tas yang diduga berisi senpi ilegal tersebut, mantan BPN Kota Denpasar tanpa diduga menembak dada kirinya di dalam toilet.
"Penasehat Hukum yang mengambil tasnya. Dari hasil penyelidikan diduga tersangka memang membawa Senpi dalam tas miliknya," ungkap Kombes Dodi.
Menanggapi adanya dugaan kelalaian itu, Wakajati Bali Asep Maryono mengatakan pihaknya akan berkoordinasi secara iinternal.
Rencananya hari ini, Rabu (2/9) tim dari Kejagung juga mendatangi Kejati Bali untuk menyelidiki hal itu. "Hari ini dilakukan pemeriksaan yang dilakukan Pengawasan Pemeriksaan Kejagung," tegas Asep. (SIL/PDN)