Jelang Galungan, Peradah se-Bali Gelar Ngejot dan Distribusi 10 Ribu Masker
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Momentum Hari Suci Galungan dan Kuningan dijadikan perayaan kemanusiaan bagi pengurus Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) di tiap-tiap kabupaten/kota di Bali.
Hari suci yang diperingati setip 210 hari ini menjadi berbeda kali ini ditengah wabah Covid-19. Untuk itu Peradah mendorong kader Peradah se-Bali melakukan sesuatu di tengah berbagi anjuran untuk pembatasan fisik dan ruang gerak di ruang publik yang kian terbatas.
"Aktivitas Organisasi selama satu tahun ini kami konsentrasikan dalam membantu penanganan Covid-19. Mulai dari distribusi sembako, masker, dan penguatan kerjasama dengn lembaga terkait," kata Ketua DPP Peradah Indonesia Bali I Komang Agus Widi antara, Senin (14/9) di Denpasar.
Jelang Galungan dan Kuningan, Peradah se-Bali kembali menggelar Ngejot (berbagi). Program Peradah Ngejot merupakan bagian dari program yang rutin digelar setiap enam bulan sekali menjelang perayaan Galungan dan Kuningan. Melalui ngejot, momentum dan spirit Hari Suci Galungan dimaknai lebih kongkret ke pawongan.
"Namun Ngejot kali ini berbeda, karena tidak sekadar menyumbang sembako tapi juga menyadarkan warga untuk menggunakan masker, "katanya.
Ngejot, beberapa waktu lalu kata dia menyasar desa terisolir di Kintamani, Bangli yakni Desa Subaya. Ngejot menyasar 50 KK warga dan lansia kurang mampu. Sementara, sejak Minggu (14/9) DPP Peradah Bali dan Pengurus Peradah se-Bali mendistribusikan 10.000 masker.
"Kluster Covid diprediksi naik saat hari raya. Banyak yang berkumpul di kampung halaman. Kami mencoba mendistribusikan masker melalui jejaring organisasi pasemetonan hingga STT sebelum Galungan," tambahnya yang juga pengajar di STAHN Mpu Kuturan Singaraja tersebut.
Secara terpisah Ketua DPK Peradah Bangli I Ketut Eriadi bahwa tantangan ngejot saat Galungan adalah memetakan bantuan ke desa-desa. Karena himbauan untuk tidak berkumpul, hingga melakukan pertemuan dalam jumlah besar. Sehingga distribusi sembako di Desa dilakukan melalui door to door.
Sebelumnya, Ngejot juga sudah digelar di berbeda titik di kabupaten/kota seperti Denpasar, Karangasem, dan Klungkung. Kabupaten lainnya biasanya diagendakan saat penampahan Galungan atau jelang Perayaan Kuningan.
"Kondisi di lapangan sulit ditebak. Situasional dengan situasi Covid-19. Jadi pengurus Peradah menyesuaikan untuk Ngejot dan distribusi masker," tambah Agus Widiantara.
Selain membantu warga untuk sembako dan masker, Peradah Bali juga memfasilitasi beberapa warga yang kurang mampu untuk melanjutkan studi ke Perguruan tinggi melanjutkan studi melalui program beasiswa. (RIS/PDN)