Lagi-lagi Ratusan WNA Asal China Digrebek di Wilayah Badung
BADUNG, PODIUMNEWS.com - Kejahatan cyber kembali terjadi di wilayah hukum Gumi Keris Badung. Bahkan kali ini ada ratusan warga asing asal China yang diringkus pihak Polda Bali di dua wilayah di tiga lokasi, Selasa (1/5/2018).
Direktur Kriminal Khusus Polda Bali, Kombes Pol Anom Wibowo, mengatakan, ada 114 orang diantaranya ada warga China 103 orang dan 11 orang warga Indonesia yang diamankan hari ini di tiga lokasi.
“Kedua lokasi itu ada di Denpasar dan satu lokasi ada di Badung. Mereka diamankan oleh kami dari Satgas CTOC, Sabara dan Sabata, mereka ini kena kasus cyber fraud,” terang Anom di Perumahan Mutiara, Badung.
Dia menerangkan, bahwa mereka telah melakukan penipuan sama seperti kasus-kasus yang lainnya. “Mereka menipu warga China sendiri. Dengan cara ditelepon dari sini dan mereka membujuk korban sehingga para korban ini mentransfer uang kepada para pelaku,” terangnya.
Anom menjelaskan, bahwa modusnya pelaku ini mengaku sebagai keluarga korban, tidak hanya itu saja mereka juga mengaku sebagai aparat hukum dari China. “Sehingga para korban ini merasa terancam. Tidak hanya itu saja mereka juga mengaku dari rumah sakit dan mengatakan keluarga korban mengalami kecelakaan,” terangnya.
Tiga lokasi itu di antaranya di Jalan Perumahan Mutiara Abianbase No 1, Mengwi, Badung, pihaknya mengamankan 49 orang. Dengan barang bukti ada Telephone 51 unit, Laptop 1 unit, Paspor 43 buah, Handphone 5 unit, Router 2 unit, Printer 2 unit, HUB 26 unit.
Sedakan di lokasi kedua berada di Jalan Bedahulu XI Nomor 39 Denpasar, pihaknya mengamankan 32 orang dengan barang bukti Handphone 20 unit, Router 13 unit, Laptop 2 unit, dan Paspor 1 buah.
Sedangkan TKP ketiga ada di Jalan Gatsu I Nomor 9 Denpasar, pihak Polda Bali mengamankan 33 orang dengan barang bukti Router 3 unit, Laptop 2 unit, Paspor 38 buah, dan HUB 1 unit.
“Mereka akan kami bawa ke Polda Bali untuk pemeriksaan lebih lanjut. Adanya tangkapan ini kami mendapatkan informasi dari masyarakat dan tentunya ada tim yang memang mendalami kasus ini,” demikian Kombes Pol Anom Wibowo. (WDP/PDN)