Update Covid-19 Bali: Positif 130, Sembuh 86 dan Tujuh Meninggal
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi Bali semakin mengkhawatirkan. Di mana jumlah tambahan terpapar virus bernama Sars-CoV-2 ini, semakin hari kian bertambah tinggi. Begitu juga dengan pasien meninggal dunia, juga mengalami peningkatan yang cukup mengkhawatirkan.
Dari catatan Gugus Tugas Provinsi Bali per Rabu (23/9) ini, terjadi penambahan terkonfirmasi positif sebanyak 130 orang melalui transmisi lokal, sembuh sebanyak 86 orang, dan meninggal dunia sebanyak 7 orang.
Sedangkan secara kumulatif, kasus terkonfirmasi positif sejumlah 8.126 orang, sembuh 6.623 orang (81,50%), dan meninggal dunia 236 orang (2,90%). Terkait kasus aktif, per Rabu ini menjadi 1.267 orang (15,59%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Harian Gugus Tugas Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan, sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan Pergub No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan.
"Besaran denda yang diterapkan adalah Rp100 ribu bagi perorangan, dan Rp1 juta bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya," ungkapnya.
Dewa Indra mengatakan, upaya pengendalian dan pencegahan ini bukan hanya tugas pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, karena dampaknya sangat terasa terutama di bidang perekonomian rakyat.
Sementara untuk memutus rantai penularan Covid-19, lanjut dia, keramaian dalam bentuk tajen disetiap Desa Adat harus dihentikan sementara serta semua bentuk kegiatan adat yang melibatkan banyak orang, seperti pasangkepan, patedunan, dan sejenisnya supaya dilaksanakan dengan jumlah peserta yang sangat terbatas dengan tetap menaati Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19.
"Mari kita dukung upaya pemerintah, dengan disiplin melaksanakan protokol kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini," pungkasnya. (BAS/PDN)