Target PAD Provinsi Bali Tahun 2021 Menurun
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Pembahasan APBD Induk Tahun 2020 mulai dibahas. Hal ini terlihat dari Rapat antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bali dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Bali, Jumat (16/10). Perlu diketahui bahwa Rapat tersebut dilaksanakan secara virtual, sementara yang hadir tetap dengan Protokol Kesehatan (Prokes) sebagai bagian untuk pencegahan penyebaran Covid-19.
Hadir dalam rapat tersebut diantaranya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra; Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), I Wayan Wiasthana Ika Putra; Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), I Dewa Putu Sunartha; dan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), I Made Santha. Meski demikian, rapat tersebut berlangsung secara tertutup.
Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry menyatakan, proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali mengalami penurunan sebesar Rp. 529 Milyar. Yakni dari Rp. 3,4 Trilyun menjadi Rp. 2,9 Trilyun. Penurunan tersebut tak lepas dari tidak tercapainya target anggaran tahun 2020 yang terdampak dari adanya Pandemi Covid-19. Begitu juga dengan pendapatan transfer dari Pemerintah Pusat juga ikut menurun. Dari yang Rp. 2,6 Trilyun menjadi Rp. 1,445 Trilyun.
"Sehingga kalau ditotalkan, pendapatan Bali pada 2020 untuk anggaran tahun 2021 yang awalnya sebesar 6.081 triliun, kini hanya menjadi 4.451 triliun," ujar Sugawa Korry, Sabtu (17/10).
Menurut dia, penurunan pendapatan juga berpengaruh pada alokasi pembelajan. Bila anggaran tahun 2020 belanja operasi dan modal sebesar 4.863 triliun, maka anggaran 2021 turun menjadi 3.890 T. Belanja tidak terduga dari 376 M, pada anggaran 2021 hanya menjadi 50 M. Dana transfer ke daerah dari 1.672 triliun, nantinya akan menjadi 1.404 triliun pada 2021. Sehingga total belanja 6.912 triliun pada 2020 menurun menjadi 5.345 triliun dan pada 2021 APBD dirancang defisit menjadi 993 miliar atau 22,84 persen.
"Dan apabila DAK (dana alokasi khusus) dimasukkan maka defisit sebesar 17,12 persen," pungkasnya. (RYN/PDN)