Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

Sekda Badung Terima Kunjungan Kerja BKSAP DPR Bahas SDGs

Oleh Podiumnews • 18 Januari 2022 • 20:44:18 WITA

Sekda Badung Terima Kunjungan Kerja BKSAP DPR Bahas SDGs
Sekda Adi Arnawa saat menerima Kunker Wakil Ketua BKSAP Putu Supadma Rudana bersama jajaran delegasi lainnya di Puspem Badung, Selasa (18/1). (Foto: ris/pdn)

BADUNG, PODIUMNEWS.com - Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa menerima kunjungan kerja Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua BKSAP Putu Supadma Rudana bersama jajaran delegasi lainnya di Ruang Rapat Kriya Gosana, Puspem Badung, Selasa (18/1).

Kunjungan itu bertujuan menjalankan peran strategis diplomasi parlemen dalam percepatan pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) dan pemulihan ekonomi di Bali khususnya di Badung.

Sekda mengatakan pelaksanaan vaksin di Bali ini tingkat keterlibatan masyarakatnya sangat tinggi, bahkan vaksinasi umur 6-11 tahun sudah memasuki dosis kedua sesuai dengan target dari Kemenkes.

“Di Bali ini, apapun yang jadi kebijakan pusat dalam rangka penanganan covid-19 ini sudah dilaksanakan,” katanya.

Adi Arnawa mengapresiasi kehadiran BKSAP sebagai momentum di daerah untuk menyampaikan aspirasi, disamping pihak BKSAP mendapatkan informasi terkait percepatan pencapaian SDGs dan pemulihan ekonomi.

“Kalau bicara capaian SDGs dengan kondisi ekonomi yang berat akibat pandemi, yang paling penting sekarang bagaimana meyakinkan pemerintah pusat dan dunia internasional untuk membuka Bali, tentu dengan dengan indikator- indikator yang jelas,” ungkap Sekda.

Tentunya, sambung Adi, nanti juga dilakukan evaluasi. Seandainya tidak memenuhi capaian-capaian yang sesuai dengan indikator maka bisa saja ditutup sama dengan pelaksanaan PTN (Pembelajaran Tatap Muka).

Adi Arnawa mengakui, Bali tidak akan bisa berbuat banyak tanpa pariwisata untuk saat ini. Dengan kondisi Bali yang sudah CHSE, mempunyai sertifikat dan angka vaksinasi yang tinggi serta kesiapan RS, Ia berharap pemerinta memiliki solusi dalam membuka pariwisata.

“Masyarakat di Bali cepat respon dan tidak ada hambatan karena semua masyarakat ingin pariwisata pulih. Kondisi inilah yang harus kita dorong, mudah- mudahan kedepannya teman-teman BKSAP bisa memperjuangkannya di pusat sehingga tidak ada keraguan pemerintah pusat untuk mencoba membuat klaster- klaster membuka pariwisata,” harapnya.

Sementara Wakil Ketua BKSAP Putu Supadma Rudana mengatakan Pemerintah Pusat belum maksimal membantu pemerintah Kabupaten Badung yang terpuruk akibat pandemi. Pihaknya ingin hadir bersama dan menyuarakan lebih keras lagi mengingat Badung telah menyumbang devisa besar sebelum pandemi.

“Kami hadir secara rendah hati untuk mengawal Bali khususnya Kabupaten Badung agar benar-benar dipandang dan diperhatikan oleh pemerintah pusat,” katanya.

Menurut Putu Supadma, pihaknya juga berkomitmen menjadi juru bicara menyuarakan pembukaan pariwisata di Bali dan mendorong sistem karantina PPLN dari 7 hari menjadi 3 hari.

“Atau bisa mencontoh apa yang sudah di lakukan Thailand yang di mana tidak menerapkan karantina tetapi menggunakan PCR dan Turki yang hanya menggunakan Antigen, jadi apabila negatif maka wisatawan asing bisa melanjutkan liburannya,” jelasnya.

Pihaknya juga akan berusaha meyakinkan pemerintah pusat bahwa sudah saatnya Bali benar-benar di buka.

“Kedepannya agar penerbangan internasional tidak lagi hanya di Jakarta saja dan melakukan isolasi di Jakarta. Tetapi penerbangan luar negeri yang ingin ke Bali sebaiknya langsung landing di Bali dan melakukan isolasi di Bali,” katanya.

Turut hadir seluruh Kepala OPD atau perwakilan se-Kabupaten Badung dan Rektor Universitas Dhyana Pura I Gusti Bagus Rai Utama. (RIS/PDN)