Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

Badung Jajaki Kerjasama Pembangunan Infrastruktur Digital

Oleh Podiumnews • 16 Februari 2022 • 18:51:37 WITA

Badung Jajaki Kerjasama Pembangunan Infrastruktur Digital
Sekda Adi Arnawa memimpin rapat penjajakan kerjasama pembangunan infrastruktur digital melalui skema KPBU, di Ruang Kriya Gosana Puspem Badung, Rabu (16/12). (Foto: ris/pdn)

BADUNG, PODIUMNEWS.com - Pemkab Badung bersama Cartenz Group melakukan penjajakan kerjasama pembangunan infrastruktur digital melalui skema Kerjasama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPBU), Rabu (16/2).

Sekda Badung Wayan Adi Arnawa menyebut, berdasarkan arahan Bupati Giri Prasta, Badung ingin segera pembangunan infrastruktur digital untuk memudahkan koordinasi dengan pemerintahan di bawahnya, sehingga semua pelayanan masyarakat dilakukan cepat dengan sistem informasi yang terintegrasi.

“Saya ingin mewujudkan apa yang menjadi pemikiran bapak bupati, karena beliau selalu ingin mendorong percepatan pelayanan terpadu kepada masyarakat sekaligus untuk menghindari terjadinya ego sektoral karena semua sistem di perangkat daerah terintegrasi. Mudah-mudahan dengan adanya Cartenz Group ini bisa menerjemahkan apa yang kita butuhkan di kabupaten badung ini,” ujar Adi Arnawa.

Menurutnya, meski di tengah pandemi Pemkab Badung tak ingin berhenti berinovasi dalam membangun sistem pelayanan masyarakat yang prima, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan menangkap potensi ekonomi digital.

Untuk itu, Adi Arnawa memandang perlu adanya fondasi digital government melalui pembangunan infrastruktur digital dalam membuka poros ekonomi baru bagi pemerintah daerah sekaligus menjadikan Badung sebagai simpul ekonomi digital Indonesia.

“Apabila ini bisa terwujud saya kira impactnya akan sangat besar sekali mengingat di era digital ini kecenderungan kedepannya akan semakin banyak pekerja di dalam dan luar negeri akan memilih Bali sebagai tempat mereka untuk bekerja. Ini kan potensi pendapatan bagi daerah yang mana artinya pariwisata kita nantinya tidak hanya berbasis budaya namun juga berbasis teknologi, semua ini bisa berjalan apabila kita memiliki infrastruktur digitalnya,” katanya.

“Itulah yang ditawarkan Cartenz kepada badung melalui skema KPBU, artinya swasta membangun infrastruktur tidak secara parsial namun secara komprehensif dan holistic,” jelas Sekda.

Sementara CEO Cartenz Group Gito Wahyudi mengatakan, sebagai perusahaan penyedia jasa IT e-Government, Cartez Group terus berupaya untuk membantu semua tingkatan lembaga dan industri dalam pemanfaatan sistem informasi yang andal dan terintegrasi bagi pemerintah dan masyarakat.

Salah satu produknya adalah untuk perpajakan daerah yang terdiri atas jasa konsultansi, peningkatan sumber daya manusia (SDM), administrasi pajak daerah, dan pengawasan pajak daring (online tax monitoring/OTM).

Selain itu, jasa konsultasi mencakup diagnostik Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta pemutakhiran data, antara lain pemetaan dan pendataan wilayah. Dampak positif lainnya, setelah menggunakan solusi Cartenz pada 2014, pendapatan pajak Kabupaten Badung, Bali, meningkat hingga 80,3% menjadi Rp 4,22 Triliun pada 2019.  

“Kami juga membuka peluang untuk membuat solusi aplikasi terintegrasi untuk mengatasi berbagai masalah. Ini memang sudah dimulai dari DKI Jakarta, dan akan kami tularkan ke Pemda lain di Indonesia, dalam layanan solusi pajak, kami berpikir out the box, atau berpikir dari kebalikan pemikiran umumnya. Kami berpikir dari bagaimana meningkatkan pendapatan dan pengelolaannya, dari umumnya pemerintah berpikir tentang pengelolaan dan membelanjakan pendapatan pajak,” tutur Gito. (RIS/PDN)