Sanjaya Dukung Penuh Program Gubernur Muliakan Kebudayaan
TABANAN, PODIUMNEWS.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mendukung penuh Program Gubernur Bali yang memuliakan keluhuran kebudayaan guna meningkatkan kualitas kehidupan krama Bali secara skala dan niskala.
“Memuliakan keluhuran tradisi dan kebudayaan Bali guna meningkatkan kualitas kehidupan krama Bali, merupakan hal yang wajib diwujudkan sebagai seorang kepala daerah,” kata Sanjaya usai mendengarkan Pidato Kebudayaan Gubernur Bali, Sabtu (19/3).
Bertempat di area jaba Pura Luhur Batukau, Tabanan, Sabtu, (19/3/2022), Gubernur Bali, Wayan Koster melakukan Pidato Kebudayaan ‘Memuliakan Keluhuran Kebudayaan Bali guna Meningkatkan Kualitas Kehidupan Krama Bali Niskala-Skala’.
Gubernur mengungkap, pidato itu merupakan tanggungjawab dalam menyikapi kondisi alam, manusia dan kebudayaan Bali yang mengalami berbagai permasalahan dan tantangan, seiring perkembangan jaman.
"Setelah mengalami gering agung pandemi Covid-19 selama lebih dari 2 tahun, kini telah mulai ada pertanda secara niskala-sekala. Astungkara, gering agung pandemi Covid-19 metilar (pergi)," ucap Koster.
Setelah melaksanakan rangkaian upacara suci di awal tahun dan puncak upacara Ida Batara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih pada Purnama Kadasa, 17 Maret 2022 lalu, datanglah momentum siklus era baru sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
"Bali Era Baru, suatu era yang ditandakan dengan hadirnya peradaban baru berisi tata titi kehidupan baru, bangkitnya kembali kekuatan energi kehidupan berbasis nilai-nilai kearifan lokal yang harmoni terhadap alam, manusia dan kebudayaan Bali. Sehingga, terwujud Bali yang kawista, Bali yang ajeg tata titi tenterem kerta raharja, Bali yang gemah ripah loh jinawi," paparnya.
Bali memiliki warisan yang adiluhung berupa adat istiadat, tradisi, seni budaya dan kearifan lokal yang sangat kaya, unik, unggul, agung dan metaksu (sakral).
“Setiap Desa Adat telah terdapat tradisi luhur yang terwarisi turun temurun, berupa dedolanan atau permainan rakyat, cecepetan atau olahraga, usada atau pengobatan, kewicaksanaan atau pengetahuan, undagi atau arsitektur, boga atau kuliner dan satwa atau tradisi lisan,” jelasnya.
Hal itu dikatakan Koster, telah membangun jiwa dan raga masyarakat Bali. Pada ragam tradisi itu terkandung nilai-universal, sehingga cakupan ketrampilan krama Bali di bidang tradisi dapat menjadi media berprestasi hingga tingkat internasional.
“Selain itu, tradisi Bali seprti usada dan kuliner juga dapat dikembangkan menjadi industri produk olahan yang berdaya saing,” lanjutnya.
Nilai tradisi juga terwujud dalam seni dan budaya yang merupakan kekayaan genuin Bali, seperti sesolahan atau seni tari, tetabuhan seni kerawitan, reringgitan atau seni pedalangan, meranggi atau seni lukis, nogog atau seni patung, pepatran atau seni kria, nyastra atau Bahasa Aksara, dan wawastran atau busana.
“Hal ini diharapkan agar tetap dijaga dan dilestarikan oleh seluruh krama Bali guna meningkatkan kualitas hidup,” kata Koster.
"Mari bersama-sama dengan penuh kesadaran, berguru kepada leluhur dan penglingsir kita tentang kekuatan rasa bhakti yang diwujudkan dengan sikap pageh, kukuh, tidak pernah lelah dan tidak pernah menyerah dalam kondisi seberat apapun," tutup Gubernur.
Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Tabanan, Bupati/Walikota se-Bali beserta jajaran Forkopimda se-Bali, Ketu DPRD se-Bali, dan dihadiri juga oleh Perbekel, juga Bendesa Adat se-Bali, baik secara langsung maupun melalui daring. Pidato ini juga disiarkan langsung melalui live streaming youtube Pemprov Bali. (RIS/PDN)