Erick Thohir Ancam Copot Direksi BUMN Abaikan Produk UMKM
JAKARTA, PODIUMNEWS.com – Menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta agar pemerintah daerah dan BUMN memprioritaskan menggunakan produk UMKM dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa, direspon Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberi acaman bagi bakal mencopot direksi yang membandel.
Hal terungkap saat Erick Thohir menghadiri acara Aksi Afirmasi Pembelian Dan Pemanfaatan Produk Dalam Negeri dalam Rangka Bangga Buatan Indonesia (BBI) atau Business Matching Tahap II di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta pada Senin (25/4).
Erick menyebutkan BUMN dapat menyerap produk UMKM lokal melalui program Pasar dDigital (Padi) UMKM yang berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM). Ia meminta komitmen tersebut harus tetap dijalankan oleh perusahaan BUMN untuk menunjang pertumbuhan ekonomi nasional dan menekan inflasi.
“Karena itu saya meminta dan memastikan apalagi sesuai dengan instruksi Bapak Presiden (Joko Widodo) para Direksi BUMN harus menjalankan itu dengan sebaik-baiknya. Dan mohon maaf tidak ada maksud apa-apa, perintahnya jelas yang tidak komit boleh dicopot,” tegas Erick.
Selain berkomitmen menyerap produk UMKM, perusahaan BUMN juga diingatkan Erick dapat memerhatikan kerja sama bisnis dengan pengusaha kecil tersebut.Dalam hal itu, dia mengaku mendapat pengaduan mengenai lamanya pembayaran atau pencairan dana produk yang sudah dikirimkan oleh UMKM.
“Kadang-kadang nih bayarnya jadi problem. Saya suka mendapat pengaduan kontraknya ada barangnya sudah dikirim bayarnya lama. Nah ini hal-hal yang ini juga kita harus jaga,” bebernya.
Dia juga menegaskan agar seluruh Direksi BUMN berkomitmen menjalankan kebijakan menggunakan produk UMKM lokal untuk tender dengan nilai di bawah Rp400 juta.
Upaya itu, diharapkan bisa terus meningkatkan kapasitas UMKM karena sudah melibatkan hingga 15.000 UMKM dengan transaksi mencapai Rp20 triliun.
“Karena itu sudah berjalan apalagi sekarang ada kebijakan dari Bapak Presiden dan tadi disampaikan oleh Pak Sandi (Menparekraf) dan disampaikan oleh Pak Teten (Menkop UKM) dan Pak Tito (Mendagri), itu (komitmen menyerap produk UMKM) adalah suatu hal yang benar-benar diperlukan pada hari ini ketika ekonomi dunia sedang gonjang-ganjing, harapan kita di UMKM,” tuturnya. (Devi)