Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

Nengah Tamba, Bupati Inovatif dari Gumi Makepung

Oleh Podiumnews • 27 Juni 2022 • 18:12:00 WITA

Nengah Tamba, Bupati Inovatif dari Gumi Makepung
I Nengah Tamba (Foto: Edy)

BANYAK  jalan menuju Roma, pepatah itulah yang  mengilhami I Nengah Tamba  sejak resmi dilantik sebagai Bupati Jembrana 27 Februari 2021 lalu, dalam menyelesaikan berbagai persoalan di wilayahnya.

Diakui, begitu dilantik sebagai orang nomor satu di Gumi Mekepung, setumpuk persoalan sudah menghadang untuk segera dicarikan solusinya. Mulai fluktuasi harga gabah yang meresahkan petani, minimnya ketersediaan kesempatan kerja sampai sejumlah proyek yang tak berfungsi.

Dalam mengatasi semua persoalan itu, politisi Demokrat asal Manistutu, Jembarana ini tidak mau sendirian.

Selain Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, Bupati Tamba juga sering melibatkan steakeholders yang terkait langsung dengan persoalan dimaksud. "Kita tidak ingin dalam menyelesaikan persoalan justru memunculkan persoalan baru, sehingga pihak-pihak terkait harus dilibatkan," kata Bupati Tamba, belum lama ini di Jembrana.

Sebagai contoh disebutkan, pembangunan Terminal Kota Negara yang berlokasi di Desa Kaliakah, sejak diresmikan belum berfungsi optimal.  Bahkan terminal yang cukup megah , yang dibangun sekitar 2 km arah barat kota Negara terkesan mubazir. "Agar tidak terkesan mubazir kita lakukan inovasi sehingga membawa manfaat bagi masyarakat," jelasnya.

Inovasi yang dimaksud bupati, dengan menyulap terminal menjadi lokasi pedagang Angkringan Negaroa yang peresmiannya dilakukan akhir Desember tahun lalu.

Angkringan ini memanfaatkan ruang kosong, dikelola dengan konsep sinergi oleh beberapa komunitas anak muda dan organisasi kewirausahaan.

Di antaranya yang dilibatkan ikut serta mendirikan angkringan dari HIPMI, Ikatan Wanita Indonesia, karang taruna, Komunitas Wirausaha Hindu, serta PKK Desa  Baluk.

Begitu juga soal fluktuasi harga gabah. Bupati Tamba selalu melibatkan petani dan para kelian subak, untuk bersama-sama diajak memikirkan jalan keluarnya. Bahkan juga melibatkan pihak ketiga (pengusaha), yang mau memberikan suport terutama membeli gabah petani dengan harga yang pantas.

"Sebagai pemimpin, kita memang harus inovatif," kata mantan anggota DPRD Bali ini.  (Edy)