Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

Sukses Pelaksanaan APBD Jembrana, BPK Berikan WTP

Oleh Podiumnews • 28 Juni 2022 • 17:59:00 WITA

Sukses Pelaksanaan APBD Jembrana, BPK Berikan WTP
Bupati Tamba saat rapat paripurna dengan DPRD Jembrana pada Senin (27/6) di Negara. (Foto: Hms Pemda Jembrana)

NEGARA, PODIUMNEWS.com - Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jembrana tahun 2021, berjalan sukses. Kesuksesan tersebut berkat kerjasama semua pihak  mulai peran seluruh anggota dewan, birokrasi serta para pimpinan OPD, masyarakat serta semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung berkontribusi dalam pengelolaan APBD 2021.

Sukses pelaksanaan APBD 2021, menurut Bupati Jembrana I Nengah Tamba, bukanlah sebuah penilaian yang subyektif tapi penilaian yang autentik. "Pelaksanaan APBD 2021 telah dapat kita tuntaskan dengan baik,  bahkan BPK telah memberikan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas penyelenggaraan APBD 2021," kata Bupati, saat rapat paripurna dengan dewan, Senin (27/6).

Dalam rapat dengan agenda tunggal "Penjelasan bupati terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2021", Bupati Tamba menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi mensukseskan pelaksanaan APBD 2021.

Menurut Bupat Tamba, keberhasilan meraih opini WTP perlu diapresiasi dan harus dipertahankan ke depannya.  Seluruh jajaran pemerintah daerah harus mengikuti aturan regulasi dan petunjuk-petunjuk teknis tentang kebijakan akuntansi, sistem akuntansi, serta pernyataan standar akuntansi pemerintahan.

Terkait struktur APBD Jembrana 2021, Bupati dari Demokrat ini menjelaskan, struktur APBD Kabupaten Jembrana Tahun 2021 dari sisi pendapatan daerah (pendapatan asli, transfer dan lain-lain pendapatan yang sah)  pada tahun anggaran 2021 mampu terealisasi Rp 1.067.493.613.610,35 atau  103,91% dari target Rp 1.027.358.983.079.26.

Sementara Belanja Daerah, pada Tahun Anggaran 2021 realisasi sebesar Rp. 1.035.976.510.061,93 atau 92,03%, yang terdiri dari belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga dan berupa transfer bagi hasil ke kabupaten/kota/desa.

Terakhir, Pembiayaan Daerah yang terdiri dari Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran Pembiayaan Daerah. Penerimaan pembiayaan ditargetkan sebesar Rp. 103.759.633.542,51 dengan realisasi sebesar Rp. 102.544.633.542,5 atau 98,83%, sedangkan untuk Pengeluaran Pembiayaan ditargetkan sebesar Rp. 5.400.000.000,00 dengan realisasi sebesar Rp. 4.185.000.000,00 atau 77,50%. (Edy)