Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Badung Target Entaskan Kemiskinan Ekstrem

Oleh Editor • 27 Maret 2023 • 17:03:00 WITA

Badung Target Entaskan Kemiskinan Ekstrem
Wabup Suiasa memimpin Rakor Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem serta Penurunan Stunting di Kabupaten Badung Tahun 2023, Senin (27/3) di Mangupura. (foto/adi)

MANGUPURA, PODIUMNEWS.com –  Secara makro pertumbuhan ekonomi Kabupaten Badung semakin membaik paska pandemi, sehingga target mengentaskan kemiskinan ekstrem dan stunting dapat dipercepat.

Demikian dikatakan Wakil Bupati (Wabup) Badung Ketut Suiasa pada Rakor Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem serta Penurunan Stunting di Kabupaten Badung Tahun 2023, Senin (27/3) di Mangupura.

Wabup Suiasa menyebutkan untuk tahun 2022 pertumbuhan ekonomi Badung mencapai 9,9 persen. Ini sangat jauh meningkat jika dibandingkan masa pandemi yang tumbuh minus 16 persen, dan pada di tahun 2021 juga minus 6,6 persen.

“Secara ekonomis pendapatan masyarakat sudah semakin membaik dan pendapatan daerah (PAD Badung) juga meningkat, sehingga penganggaran untuk mengentaskan kemiskinan dan stunting bisa dilakukan,” ujarnya.

Percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dan stunting, menurut Suiasa, juga sangat sejalan dengan mempercepat capaian target-target pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju masyarakat mandiri.

 “Itu akan bisa diwujudkan bila tingkat kemiskinan dan stunting di Badung dapat diturunkan,” tegasnya.

Selain itu, pihaknyapula  berharap Badung dapat menjadi faktor pendongkrat dan penarik penurunan kemiskian ekstrem dan stunting tingkatnasional sesuai ditetapkan Presiden Jokowi tentang target penghapusan kemiskinan Ekstrem secara nasional harus sudah tuntas di tahun 2024.

Menurut Suiasa, tujuan itu dapat tercapai jika fokus dalam membuat kebijakan, fokus dalam melakukan politik anggaran dan fokus dalam melakukan gerakan. Selain itu juga dibutuhkan sinergisitas  dan koneksitas antar organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melaksanakan strategi telah ditetapkan

“Jangan ada budaya miskin atau pola hidup yang cenderung membuat hidupnya jadi miskin. Berikan bantuan namun bukan bersifat permanen, pemberdayaan ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan dengan membuatkan UMKM atau lapangan kerja, dan yang terakhir harus mampu mengendalikan tingkat inflasi di daerah,” jelasnya. (adi/sut)