Search

Home / Khas / Sosial Budaya

Desain Pelabuhan Sanur Tampil di Ajang Dunia

Made Suteja   |    01 Desember 2023    |   19:16:00 WITA

Desain Pelabuhan Sanur Tampil di Ajang Dunia
Popo Danes saat mempresentasikan desain Pelabuhan Sanur pada ajang WAF di Singapura. (foto/kemenhub)

PELABUHAN Sanur, Denpasar yang merupakan karya desain putra Bali, Nyoman Popo Priyatna Danes tampil di ajang festival arsitektur terbesar di dunia.   

Pelabuhan Sanur menjadi salah satu karya arsitektur anak bangsa yang dipresentasikan pada World Architecture Festival (WAF) yang digelar dari tanggal 29 November sampai 1 Desember 2023 di Marina Bay Sands, Singapura.

Popo Danes, seorang arsitek terkemuka yang mulai mendesain Pelabuhan Sanur sejak 2020 dan diresmikan pada 2022 oleh Presiden RI Joko Widodo.

Adapun sejak awal proses desain hingga pembangunan Terminal Sanur, telah melalui diskusi dan persetujuan langsung dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang merupakan senior Popo Danes di kalangan arsitek Indonesia.

Popo Danes menjelaskan makna dari desain pembangunan Pelabuhan Sanur merupakan bagian dari konsep Pelabuhan Segitiga Emas yang menghubungkan kawasan di tiga pulau berbeda. Yaitu Sanur, Nusa Penida dan Nusa Ceningan. Keterhubungan antara ketiga wilayah itu diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat sekitar.

"Pelabuhan Sanur memiliki desain Jukung Mecadik dengan pola Gajah Mina sebagai ikon dari wilayah setempat. Tema ini dipilih sebagai bentuk dasar dari bangunan terminal pelabuhan Sanur sebagai penghormatan terhadap filosofi masyarakat pesisir di Bali, yang selalu mengedepankan keseimbangan, dan selalu selamat dalam menjalankan aktivitas di darat maupun di laut," ujar Popo Danes melalui keterangan tertulis, Jumat (1/12/2023).

Menurut pria kelahiran Banyuatis itu, perahu Jukung Mecadik adalah salah satu ikon Sanur dan dari zaman ke zaman perahu ini telah menjadi sarana transportasi utama yang digunakan oleh masyarakat Bali untuk beraktivitas di laut, termasuk melayani warga yang hendak menyeberang ke Nusa Penida.

"Tidak hanya sebagai ikon, penggunaan Perahu Jukung Mecadik juga menjadi simbol keberlanjutan komunitas nelayan di tengah transformasi Sanur menjadi destinasi wisata," katanya.

Lebih lanjut Popo Danes menjelaskan, Terminal yang memiliki luas 1498 m2 itu tidak hanya memfasilitasi mobilitas regional tetapi juga mempertahankan dan merayakan warisan kultural melalui kehadiran Perahu Jukung dalam Sanur Village Festival.

"Dalam konsepnya, Terminal Sanur menggambarkan harmoni antara progress modern dan pelestarian nilai-nilai tradisional dalam konteks pariwisata Bali," imbuhnya.

Dengan keikutsertaan pada World Architecture Festival, diharapakan Pelabuhan Sanur semakin dikenal oleh mancanegara karena desain dan kemudahan aksesnya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan sektor pariwisata di Bali.

Sebagai informasi, World Architecture Festival (WAF) merupakan festival tahunan arsitektur terbesar di dunia dan pemberian penghargaan yang didedikasikan terhadap hasil karya arsitektur terbaik dan inovatif di dunia. Selain penghargaan, festival ini juga menghadirkan kegiatan seminar, pameran produk, peluang networking serta side event menarik lainnya. (riki/sut)


Baca juga: Kisah Mistis Pelinggih Mobil di Desa Sangket